Header

Pentingnya Bermain; Salah Satu Hak Anak Yang Harus Dipenuhi

12 comments

 

Bermain, hak anak

Sudah pada tahu belum sih, kalau ternyata bermain adalah salah satu dari 10 hak anak yang harus dipenuhi??
Kita sebagai orang tua harus memahami betapa pentingnya bermain untuk anak, lho! 

Tidak hanya untuk bersenang-senang dan untuk mendapatkan rileksasi, namun banyak sekali manfaat yang anak peroleh dari kegiatan bermain.
Apa aja sih?? Yuk, kita bahas..

Pentingnya Bermain

Pentingnya bermain untuk anak

Bermain = Belajar

Ada yang tahu ga, kenapa bermain termasuk dalam hak anak yang harus dipenuhi???

Ya, jawabannya karena bermain adalah dunia anak dan melalui bermain sebenarnya mereka sedang belajar sesuatu.

Bagi anak, belajar dan bermain adalah satu kesatuan. Berbeda dengan kita yang dewasa, menganggap belajar dan bermain merupakan hal yang berbeda. Belajar adalah sesuatu atau kegiatan yang dianggap serius, sedangkan bermain adalah kegiatan bersenang-senang.

Padahal, melalui kegiatan bermain anak menerima tidak hanya rasa senang dan rileks. Namun juga memperoleh dan menabung informasi. Artinya, bermain adalah proses belajar untuk anak. Jadi jangan melarang anak bermain ya. Biarkan anak bermain bebas, asalkan tetap dalam batasan yang wajar. 

Hubungan Antara Bermain Dengan Perkembangan Anak

Alasan kedua, bermain merupakan hak anak karena bermain memiliki hubungan yang sangat erat dengan proses perkembangan anak. Kok bisa sih??

Saat bermain, secara tidak sadar otak anak sedang memerintahkan indera-inderanya untuk bekerja. Dalam arti lain, indera-indera anak mendapat rangsangan stimulasi melalui eksplorasi yang mereka lakukan dalam kegiatan bermain. Melalui bermain juga, secara tidak langsung dapat mengembangkan proses berpikir (kognitif) anak. Selain itu juga mengembangkan aspek-aspek lain pada diri anak seperti; motorik halus, motorik kasar dan sosial emosional.

Seorang tokoh pendidikan anak usia dini dunia, dr. Maria Montessori menganalogikan bahwa disaat anak bermain, sebenarnya mereka sedang "bekerja" (mengamati sesuatu, mengingat, menilai dan memahami konsep-konsep baru).

Jadi, sesederhana apapun kegiatan bermain yang sedang anak lakukan, akan ada pembelajaran yang sedang berproses di sana. Waw, sangat menakjubkan!

Nah, sudah paham kan betapa pentingnya bermain untuk anak??
Sekarang saatnya membahas tahapan bermain pada anak dan juga jenis permainan yang dapat memfasilitasi proses perkembangan anak.
Apa aja sih??? Yuk, simak yuk! 

Tahapan Bermain dan Jenis Permainan

Tahapan bermain dan jenis permainan

Tahapan Bermain

1. Solitary Play

Merupakan tahapan bermain yang dimulai dari anak usia 2 tahun, dimana anak diusia tersebut mulai menginginkan ruang pribadi dan bermain sendiri. Pada tahapan ini, anak bermain tanpa ada perhatian atau mengambil bagian dalam permainan orang lain yang ada disekitarnya.

2. Parallel Play

Tahapan ini biasanya dimulai pada anak usia 3 tahun. Anak usia 3 tahun mulai ingin ditemani saat bermain dan mulai nyaman bermain dengan teman sebayanya. Meski begitu, mereka bermain tanpa adanya interaksi satu sama lain.

3. Associative Play

Selanjutnya, pada usia 4 tahun kebanyakan anak mulai menikmati bermain dengan teman sebayanya dan mulai ada interaksi diantara mereka. Tetapi sebenarnya meski sudah ada interaksi, mereka sibuk dengan agenda masing-masing.

4. Cooperative Play

Tahapan bermain ini biasanya dilakukan oleh anak usia 5 tahun. Karena anak sudah bisa bermain secara kooperatif, yaitu anak mulai membuat aturan, pembagian tugas dengan teman saat bermain.

Setelah mengetahui beberapa tahapan bermain, kita perlu mengenal jenis-jenis permainan yang dapat memfasilitasi proses perkembangan anak. Sedikitnya, ada 6 jenis permainan, yaitu..

Jenis Permainan yang Dapat Memfasilitasi Proses Perkembangan Anak

1. Permainan Kontruksi

Permainan jenis bisa diartikan dengan permainan yang menyusun atau membuat. Contoh permainannya adalah puzzle, menyusun balok, lego, permainan menyusun lainnya hingga menjadi sebuah bentuk.

2. Permainan Sains

Permainan dengan kegiatan yang melibatkan percobaan sederhana di dalamnya. Terdapat perubahan-perubahan sederhana yang menakjubkan bagi anak.
Contoh permainannya adalah perubahan warna pada saat pencampuran cat warna, perubahan yang terjadi saat mencampurkan air dengan sabun, pencampuran yang terjadi saat meneteskan cuka pada baking soda.

3. Permainan Matematika

Tidak hanya permainan yang melibatkan perhitungan seperti jumlah dan kurang. Namun permainan matematika bisa didapat dari permainan mencocokkan simbol dengan angka, membedakan macam ukuran, membandingkan berat.
Contohnya permainannya yaitu bermain menuang air pada beberapa wadah, bermain puzzle angka, menyusun rings.

4. Permainan Bahasa

Media bermain yang tepat untuk jenis permainan bahasa adalah media buku. Melalui membacakan buku, anak mendapatkan banyak kosa kata. Selain itu, kita dapat melatih kemampuan berbahasanya melalui menceritakan kembali cerita yang susah dibaca. Selain buku, untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak bisa dengan bermain pura-pura (pretend play) atau bermain peran.

5. Permainan Motorik

Jenis permainan ini dibagi menjadi 2, yaitu motorik halus dan motorik kasar. Motorik halus adalah penggunaan otot-otot kecil seperti otot pada jari-jari tangan. Sedangkan motorik kasar adalah penggunaan otot-otot besar, seperti pada otot tangan dan otot kaki.
Contoh permainan untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus yaitu meremas, menuang, menggunting. Sedangkan permainan untuk menstimulasi motorik kasar yaitu segala kegiatan fisik yang melibatkan otot-otot besar, seperti melompat, berlari, memindahkan benda.

6. Permainan Formal

Permainan yang erat kaitannya dengan perlombaan dan aturan. Contoh permainannya yaitu petak umpet, congklak, lompat tali, dll.

Mungkin kebanyakan kita sudah menerapkan jenis-jenis permainan di atas, tapi tidak banyak juga yang paham manfaat dari permainan tersebut. Jika sudah memahami tahapan bermain dan jenis permainan untuk anak, maka akan mudah untuk kita menyiapkan ide main yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak.

Berikut ini adalah tips untuk memfasilitasi anak bermain. Apa sajakah yang diperlukan orang tua untuk memfasilitasi anak???
Check it out!

Tips Memfasilitasi Anak Bermain

1. Observasi Minat Anak

Untuk memberikan ide main yang diminati anak, orang tua harus melakukan observasi terhadap kesukaan anak terlebih dahulu. Biasanya, jika anak diberikan mainan yang tidak sesuai dengan minatnya, mereka akan menolak. Entah dengan sikap langsung menolak dengan tidak mau memainkannya, atau hanya dimainkan sebentar.

Berbeda dengan saat anak diberikan permainan yang sesuai dengan minat atau kesukaannya. Mereka akan betah berlama-lama bermain dan akan memainkannya berulang-ulang seperti tidak ada bosannya. Cara observasi minat anak yaitu dengan mencatat kegiatan yang sering anak lakukan dengan menggunakan tangan dan kakinya berulang-ulang. Dari sana orang tua akan tahu apa yang sedang menjadi minat atau kesukaan anak, sehingga memudahkan orang tua untuk memberikan mainan yang tepat.

2. Sesuaikan Tahap Perkembangan Anak

Membuat ide bermain untuk anak itu menurutku susah susah gampang. Karena selain harus jeli dalam mengobservasi minat anak, kita juga harus menyesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Terkadang saat aku melihat ide main anak lain, aku merasa permainan itu cocok untuk anakku. Tapi, saat disuguhkan ternyata dia tidak berminat. Dan kebanyakan hasil observasi ku karena terlalu sulit atau terlalu mudah untuk anakku.

Nah, sangat penting untuk merujuk ke tahapan perkembangan anak saat ingin membuatkan atau memberikan ide main pada anak. Tujuan lainnya, agar tiap tahap milestone perkembangan dapat dilalui dengan baik, tidak ada yang tertinggal.

3. Turunkan Ekspektasi

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, menurunkan ekspektasi pada anak adalah wajib hukumnya. Karena jika kita memiliki ekspektasi tinggi terhadap anak dan saat hasil tidak sesuai dengan ekspektasi kita, maka yang akan terjadi kemungkinan adalah kita terpancing emosi marah sehingga memaksa anak untuk memberikan hasil yang sesuai dengan keinginan kita atau malah meremehkan dan membandingkan anak.

Ga enak kan pasti??
Begitu juga dengan anak, mereka akan merasa tertekan, stress atau merasa trauma. Akibatnya anak tidak mau bermain, tidak berani mencoba dan tidak ada ketertarikan pada hal baru.
Wah, dampaknya cukup kompleks ya..

Nah, sekarang kita sama-sama paham alasan mengapa bermain termasuk dalam hak anak yang harus dipenuhi. Karena dunia anak usia dini memang bermain. Dengan bermain, kita juga bisa memberikan pelajaran dan pendidikan. Karena cara belajar sambil bermain adalah cara paling efektif untuk anak usia dini.

Untuk itu, jangan sampai kita membiarkan anak kita bermain tanpa makna. Semua orang tua harus tahu betapa pentingnya bermain, sehingga setiap anak mendapatkan hak bermainnya secara maksimal.
Sendy Yunika
Stay at Home Mom yang berusaha tetap produktif. Menambah peran sebagai momblogger dan penulis 9 buku Antologi sejak Maret 2021. Terima kasih sudah berkunjung :)

Related Posts

12 comments

  1. Mbak kalau anaknya lebih dari satu gimana ya mengkombinasikan permainannya? Soalnya kan ada rentang umurnya gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rentan umurnya jauh apa pdekat mb Palupi?? Kalo jauh, bisa dikondisikan kakak bermain secara mandiri setelah kita siapkan ide mainnya kemudian kita mendampingi adek bermain. Tetapi tetap fokus kekeduanya. Ini bisa beda jenis permainan, bisa sama mb. Tp fokusnya berbeda biasanya.. ini jg berlaku untuk yg rentan umurnya dekat. Bs dikolaborasikan.

      Jd anak secara ga langsung belajar berbagai, kerja sama dan bergantian. Hehhe, itu sependek yg aku tau mb Lupi

      Delete
  2. Nah iya, penting banget memfasilitasi anak-anak supaya bisa bermain. Sekarang kendali ada pada ibunya, mau nyuruh anak-anaknya pinter apa ga kan. Soalnya mainnya anak-anak itu ya kotor dan messy bagi orang dewasa. Duh aku yang punya anak 3 kadang puyeeng kalau anak-anak udah minta main.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mb. Semua tergantung orang tuanya ya.. kalo banyak melarang bisa jd tdk terstimulasi sempurna.
      Ambil jalan ninja aja mb, main air bertiga dg topik yg berbeda pasti betah dah anak-anak kalo main air

      Delete
  3. Wow, ilmu banget ini, harus diamankan untuk diarsipkan pas besok uda punya baby dan uda gede tinggal diimplementasikan , thanks sharingnya Mom Sendy :D

    ReplyDelete
  4. Iyaaaa aku tukang kampanye buat mendukung anak bermain hahahaha....

    Sini sini tos dulu hwkaka.bikin club bermain tampaknya keren nih kita mbak aku sampai biki ebooknya juga. 6 tahapan bermain aku juga tulis di sana.

    Iya, sebab dalam bermain ada pembelajaran bagi anak usia dini

    Mantul mbak. Designya juga ciamik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihhhh sdh bikin ebook nih. Salim dulu sama suhu wkwk
      Ayuk lah kita bikin mb, pas banget ini kondisinya pada d rumah aja kn. Gas lah hihi

      Delete
  5. Di rumah selalu menerapkan bermain bersama anak. Ayah bermain jadi seru. Menggunakan benda sekitar seadanya untuk bemain bersama anak. Guling bisa jadi kuda-kudaan lengkap dengan suaranya..
    Usia anak-anak, saat bermain dengan mereka ornag tua harus memiliki imaginasi. Hehe

    Jadi teringat dengan waktu kuliah ada belajar secara sadar yang disebut belajar iy sendiri. Ada secara dibawah sadar acquisition.

    Thanks mb, jenis permainannya banyak sekali, jadi tambahan ilmu bagiku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener pak, bermain dg anak sebenarnya bisa dari hal simpel yg ada di sekitar ya. Asalkan kita mindfullness saat bermain bersama mereka, ikut masuk ke dalam dunia mereka. Maka itulah bermain yg sebenernya. Seruuuu..

      Delete
  6. Pas bgt ya buat hari anak nasional tgl 23 kemarin...
    Yuks semangat bersama membersamai anak bermain, krna dunia anak adalah dunia bermain...
    Aku pun ga bosan2 bkin ide bermain yg qku share di ig ku Mba , smoga bsa menginspirasi: )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku suka nih ibu-ibu kreatif. Intip ah~~

      Delete

Post a Comment