Header

Sebuah Aliran Rasa

Post a Comment

Sebelumnya, aku adalah wanita karir selama 8,5 tahun dan juga sebagai working mom selama 1,4 bulan sejak anak pertamaku lahir. 8 jam dari 24 jam yang ku punya, ku habiskan sepenuhnya di kantor; tempat dimana aku bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, membahas tentang banyak hal, saling bertukar pikiran, saling berbagi informasi, sampai dengan bercanda dan melakukan hal asyik lainnya bersama teman-teman, selain tugas utama ku yang berhubungan dengan olah pikir, jasa dan deadline. Selain itu sekitar 2 jam lainnya ku habiskan untuk menikmati perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya di waktu dan suasana yang berbeda tiap harinya. 


Namun semenjak menjalani peran sepenuhnya sebagai ibu rumah tangga, tepatnya setahun lalu saat ku menulis tulisan ini, aku merasa seperti ada yang kurang, ada yang hilang. Seperti tidak mengenali diri sendiri. Seperti diri ini bukan aku. Padahal, menjadi ibu rumah tangga adalah impianku. Aku bahagia dengan status dan peran baruku, yaitu menjalani 24 jam penuh bersama keluarga. Ya, ini yang aku mau. Tapi mengapa muncul rasa ini? Rasa yang aku sendiri tidak memahaminya.


Setelah aku bergabung dengan komunitas Ibu Profesional, belajar di komponen Institut Ibu Profesional, tepatnya kelas Matrikulasi. Aku baru menemukan jawaban itu. Dengan semua materi - ilmu - informasi yang telah ku terima dan pahami dan menyelesaikan tugas 4 misi, aku baru menyadari apa yang terjadi pada diri ini. Tepatnya setelah aku menyelesaikan 2 misi di Zona 2 Bentang Layar. Zona dimana aku berusaha mengenali diri dan lebih dalam lagi. Apa yang saat ini ku butuhkan, apa yang sebenarnya ingin ku gapai dan langkah apa saja yang akan ku ambil. Sehingga aku menemukan sebuah tujuan, tujuan untuk diri ku sendiri dan juga tujuanku sebagai istri dan ibu. 


Pada misi pertama di Zona 2, aku mencoba mengenali dan memilih aktifitas yang aku sangat suka untuk mengerjakannya, yaitu aktifitas yang ku kerjakan dan ku ulang tiap harinya dengan senang hati, penuh semangat dan tidak merasa terbebani. Dari sinilah aku mulai menemukan passion-ku. Setelah menemukan passion, dilanjutkan dengan memproyeksikan diri untuk 5 tahun ke depan. Akan dan ingin menjadi seperti apa aku di 5 tahun yang akan datang.


Disini aku seperti sedang menjelajah ke beberapa tahun lalu untuk membayangkan ulang keinganan ku untuk masa kini. Lalu ku gabungkan dengan keinginan ku di masa sekarang untuk masa depanku. Dan jadilah proyeksi diri ku di 5 tahun yang akan datang. Bahagia sekali rasanya aku bisa menemukan tujuanku, bisa fokus untuk mengambil langkah dan jalan yang tepat agar terarah sampai tujuan, tentunya agar tidak membuang waktuku sia-sia. Bahagia sekali bisa memilih dan menentukan sendiri tujuan pencapaian diri, tanpa ada kekangan dan paksaan tentunya.


Rupanya diri ini ingin terus belajar dan berkembang, ingin terus berkarya dan berdampak. Dan tentunya setelah menentukan proyeksi diri di beberapa tahun ke depan, aku ingin menjadi pribadi yang berdampak dan bermanfaat untuk sesama. Dari perjalanan ini lah aku menemukan diriku yang kurang, menemukan diriku yang hilang. Seperti menemukan oasis di gurun pasir, bahagia sekali dapat menghidupkan lagi sisi diri yang mulai mati karena tergerus tanggung jawab dan peran baru. Selamat datang kembali wahai diri ❤️




#Zona2BentangLayar

#InstitutIbuProfesional

#IbuProfesional

Sendy Yunika
Stay at Home Mom yang berusaha tetap produktif. Menambah peran sebagai momblogger dan penulis 9 buku Antologi sejak Maret 2021. Terima kasih sudah berkunjung :)

Related Posts

Post a Comment