Header

3 Cara Manajemen Waktu yang Harus Ibu Tahu

12 comments
Konten [Tampil]
 
Manajemen waktu
Setiap manusia di dunia ini memiliki jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam. Ada yang merasa cukup ada juga yang merasa kurang dengan jatah waktu tersebut. Sehingga muncullah istilah manajemen waktu.

Orang yang sangat sibuk dan memiliki segudang pekerjaan terkadang merasa waktu 24 jam itu kurang. Karena merasa kurang waktu tidur, tidak ada me time atau quality time bersama keluarga dan teman.

Tidak hanya untuk orang sibuk, sebagai ibu pun terkadang merasa kewalahan dan kejar-kejaran dengan waktu. Baik ibu rumah tangga maupun ibu pekerja. Kita butuh manajemen waktu yang baik.

Dengan melakukan manajemen waktu, kita akan lebih produktif, tidak menunda pekerjaan, bisa me time dan masih banyak manfaat lainnya yang didapatkan.

Yuk, mari kita simak cara untuk manajemen waktu yang baik!

3 Cara Manajemen Waktu Simpel

 
Cara manajemen waktu
Masih ada yang sering mengeluh butuh waktu tambahan untuk tidur? Atau sering kebablasan scrolling media sosial sampai pekerjaan rumah keteteran? Fix! Kamu butuh belajar manajemen waktu. Berikut caranya:

1. Buat Perencanaan

Langkah pertama melakukan manajemen waktu adalah dengan membuat perencanaan. Rencana ini tergantung kebutuhan kalian. Bisa rencana harian, mingguan, bulanan atau sampai dengan rencana tahunan.

Lakukan dari hal yang paling sederhana dan paling mudah, yaitu membuat perencanaan harian. Tuliskan apa saja rencana yang akan kamu kerjakan esok hari, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi.

Begitupun jika kalian ingin membuat perencanaan untuk mingguan, bulanan atau tahunan. Caranya dengan cara menuliskannya. 

2. Tentukan Prioritas

Setelah membuat perencanaan saatnya menentukan prioritas. Cara menentukan skala prioritas bisa ditentukan dengan membuat kategori berdasarkan rumus kuadran berikut:
 
Skala prioritas

1. Penting dan mendesak

Skala prioritas tertinggi berada pada kuadran ini. Artinya pekerjaan yang masuk pada kuadran penting dan mendesak harus dikerjakan di urutan pertama. Biasanya pekerjaan yang masuk dalam kuadran ini dikerjakan oleh diri kita sendiri dan harus segera selesai tepat waktu, tidak bisa ditunda.

2. Penting dan tidak mendesak

Pada kuadran kedua ini adalah pekerjaan yang juga penting, masuk dalam pekerjaan yang penting namun tidak mendesak. Artinya masih bisa ditunda. Dikerjakan setelah pekerjaan di kuadran pertama selesai. Namun perlu diingat, pekerjaan di kuadran kedua ini adalah sesuatu yang penting, harus diperhatikan dan tidak bisa diabaikan.

3. Tidak penting tapi mendesak

Sedangkan kuadran ketiga ini adalah pekerjaan perlu dikerjakan sesegera mungkin namun bisa didelegasikan pada orang lain atau dikerjakan tidak harus oleh diri kita sendiri. Misalnya pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan oleh anggota keluarga lainnya atau bisa dikerjakan oleh asisten rumah tangga.

4. Tidak penting dan tidak mendesak

Nah, untuk kuadran yang terakhir ini adalah kumpulan pekerjaan yang bisa disebut sia-sia. Karena tidak penting juga tidak mendesak. Bisa kita lewati atau kita hilangkan.

3. Membuat Kandang Waktu

Sudah membuat list to do harian tapi masih keteteran? Masih belum bisa maksimal kelola waktu meski sudah ada rencana yang tersusun di hari tersebut?

Ini nih yang sering dialami, sudah berencana ternyata gagal eksekusi. Apa penyebabnya.

Penyebabnya adalah tidak adanya kandang waktu. Sebaiknya setelah menentukan skala prioritas setiap pekerjaan atau rencana yang dibuat, langkah berikutnya adalah membuat kandang waktu.

Kandang waktu adalah batas waktu yang diberikan pada suatu kegiatan atau pekerjaan. Tujuan dari kandang waktu untuk mendukung keberhasilan manajemen waktu.

Kandang waktu dibuat untuk memberi porsi waktu dia tiap kegiatan sesuai skala prioritas atau dari kategori kegiatan yang membuat bahagia dan tidak. 

Contoh kandang waktu yang dilakukan oleh Bu Septi selaku founder Komunitas Ibu Profesional.

Saya membagi waktu saya dengan 2 aktivitas terlebih dahulu, aktivitas yang membuat saya bahagia (contoh : mendidik anak) dan tidak bahagia tapi harus dikerjakan (contoh :cuci dan setrika baju) Saya bagi waktu menjadi 3 bagian. Subuh - jam 07.00, jam 07.00-19.00 dan jam 19.00 ke atas.

Aktivitas bahagia saya masukkan di waktu terpanjang yaitu jam 07.00-19.00 maka muncullah konsep 7 to 7, kemudian aktivitas tidak bahagia saya masukkan di subuh - 07.00 selesai tidak selesai, apabila belum selesai saya lanjut di jam 7 malam ke atas saat pak dodik sudah di rumah. Kemudian upgrade diri saya masukkan di jam setelah anak-anak tidur atau sebelum subuh.

Atau contoh kandang waktu seperti yang aku buat. Karena prioritasku adalah ibadah, suami dan anak. Maka kandang waktuku sebagai berikut:

Pagi 1

Setelah melakukan rangkaian ibadah, aku akan mulai mengerjakan list to do, misalnya mencuci pakaian, menyiapkan sarapan dan bekal anak.

Kandang waktuku untuk kegiatan ini adalah sampai jam 06.00 pagi. Karena aku harus mempersiapkan anak untuk ke sekolah dan suami yang akan bekerja.

Pekerjaan yang sedang aku kerjakan tadi yg ada di list to do akan ak jeda sejenak. Misalnya cucian yang sudah dikeringkan, siap di jemur. Aku akan menjemur cucian ini setelah pulang mengantarkan anak ke sekolah.

Pagi 2

Sepulang dari mengantarkan anak sekolah sampai jam 10.30 adalah waktu untuk mengerjakan list to do pekerjaan rumah. Jika pekerjaan selesai, waktu luang akan aku gunakan untuk pekerjaan yang penting namun tidak mendesak. Seperti menulis artikel untuk blog, atau tugas dari kelas yang sedang diikuti. Jika tidak ada, waktu luang ini akan gunakan untuk me time.

Siang

Setelah menjemput anak sekolah, aku akan fokus pada anak. Menyiapkan makan siang, menemani bermain dan tidur siang.

Sore

Akan ku gunakan waktu di sore untuk menyelesaikan list to do berikutnya yang tidak mendesak seperti pekerjaan rumah yang bisa ditunda saat pagi hari tadi, akan aku selesai di sore hari.

Kandang waktu di sore hari sampai memasuki waktu sholat maghrib. Kemudian aku akan fokus ibadah sampai masuk sholat isya.


Malam

Setelah sholat isya aku kembali fokus ke anak dan suami. Menyiapkan makan, belajar, dll sampai waktunya tidur.

Terkadang aku melakukan list to do lain di malam hari, ketika suami dan anak sudah istirahat. Karena menurut ku waktu ini adalah waktu yang tepat untuk bekerja dalam hening. Hehe.

Kadang juga, jika tidak sempat me time, akan ku manfaatkan waktu ini untuk me time. Me time yang seperti apa? Silakan baca artikel tentang me time terbaik.

Nah, untuk mendukung kandang waktu yang kamu buat, gunakan pengingat agar lebih disiplin dan konsisten. Misalnya gunakan alarm hp agar kamu tidak kebablasan mengerjakan pekerjaan hingga melebihi kandang waktu yang sudah dibuat.

Manfaat Manajemen Waktu yang Baik

 
Manfaat manajemen waktu
Berikut adalah manfaat yang akan kalian rasakan setelah berhasil melakukan manajemen waktu:
  1. Pekerjaan lebih terstruktur
  2. Pekerjaan lebih cepat selesai
  3. Tidak menunda pekerjaan dan lebih menghargai waktu
  4. Lebih produktif
  5. Menjadi lebih disiplin dan tanggung jawab
  6. Menjadi pribadi yang profesional
  7. Mengurangi stres
  8. Emosi lebih stabil
  9. Memiliki banyak waktu untuk diri sendiri, keluarga dan teman
  10. Lebih mudah mencapai tujuan hidup

Penutup

Melakukan manajemen waktu bisa diartikan sebagai usaha untuk memanfaatkan dan mengelola waktu dengan baik agar lebih berguna dan bermanfaat.

Sebagai seorang ibu dengan banyaknya pekerjaan, manajemen waktu yang baik akan membuat lebih bahagia dalam menjalankan tiap peran ibu. Sehingga bisa mengurangi tekanan stres dan juga emosi.

Jangan lupa untuk jadwalkan waktu untuk diri sendiri, keluarga dan juga teman!

Semoga bermanfaat!
Sendy Yunika
Stay at Home Mom - Blogger - Writer

Related Posts

12 comments

  1. Mau coba aplikasikan cara manajemen waktu ini. Biar ga keteteran

    ReplyDelete
  2. Sepertinya siapapun harus melakukan manajemen waktu agar tetap produktif dan tidak menghabiskan waktu sia-sia. Khususnya yang banyak kegiatan, seperti ibu misalnya.

    ReplyDelete
  3. Sepwrtinya ga cuma buat emak-emak nih cara, buat babe-babe juga boleh banget ya. Biar ada kejelasan waktu kapan kerja kapan sama keluarga, jangan sampai sama keluarga tapi pikiran kerja karena belum kelar

    ReplyDelete
  4. Bener kalo udah kemrungsung ini bakal panik sasaran pasti anak. Apalagi klo detik-detik suami mau pulang makanan belum matang. Manajemen waktu ini sangat penting banget.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Ya ampun detail banget mbaa aku baru tahu ada istilah kandang waktu. Tapi, mirip sih seperti yang aku lakukan. Aku biasanya setiap hari melakukan rutinitas seperti biasa. Tapi dalam sebulan kalau aku bosan aku luangkan waktu seharian untuk leyeh2 nggak ngurusin domestik 🙈

    ReplyDelete
  7. Saya lebih memilih menggunakan kandang waktu sih mbak, lebih fleksible untuk saya, enak kalau sudah buat perencanaan, tinggal pelaksanaannya ini yang konsisten, kadang kena distraksi ini lo yang bikin ga konsisten wkwkwk, alesan ya

    ReplyDelete
  8. wah baru tau nih konsep 7 to 7, biasanya saya pakai kandang waktu juga tapi pakai ukuran waktu shalat...bisa nih kapan-kapan diimplementasikan juga

    ReplyDelete
  9. Masyaallah.. memang
    pekerjaan ibu kalau didetilkan banyak ya Mbak.

    ReplyDelete
  10. kadang merasa waktu sehari itu kurang untuk mengurus rumah dan keluarga, ternyata setelah dicari tahu banyak waktu ibu-ibu yang bocor karena terlalu asik scroll-scroll sosmed, solusinya ya manajemen waktu yang baik seperti yang dicontohkan mbak sendy ini.

    ReplyDelete
  11. Yang belum berkeluarga juga kayaknya bisa ya mbak pake cara ini. Biar terbiasa juga mengelola waktu hehe.

    ReplyDelete
  12. Tiap waktu selalu belajar management waktu agar bisa efektif dan produktif, tapi merasa belum berhasil. Menarik nih konsep kandang waktu nya mbak, Patut ku coba nih,,, hehe...

    ReplyDelete

Post a Comment