Header

Pusing Atasi Anak Susah Makan? Lakukan 5 Cara Jitu Ini!

10 comments

Atasi anak susah makan

Halo teman, apa kabar??

Siapa nih yang anaknya susah makan? Yang anaknya picky eater atau pilih-pilih makanan? Yang anaknya cuma mau makan kalau makanannya berkuah atau hanya mau makan dengan menu itu-itu aja? Sudah putar otak untuk atasi anak susah makan tapi masih belum berhasil juga? Hayo, siapa? Pusing, ya?!!
Aku boleh angkat tangan juga ga sih? Hehe..

Ya, anakku memang termasuk anak yang susah makan sejak awal MPASI. Memang sih, ada beberapa momen dimana dia makan lahap. Tapi itu semua hanya sementara. Huhu :(

Sedangkan kita, para orang tua pasti menginginkan anak makan lahap kan? Aku pun! Meski berat badan anakku masih dalam kategori ideal, tapi jika dihitung dari berat badannya saat lahir, masih banyak kilogram yang harus ditambah. Sehingga postur tubuh anakku terlihat kurang ideal atau terlihat kurus. Apalagi anakku super aktif, ga bisa diam! Wah, PR banget untuk memenuhi kalorinya.

Lalu usaha apa saja yang sudah aku lakukan? Banyaaak! Mulai dari menyuguhkan berbagai menu, mengikuti kuliah WhatsApp tentang per-MPASI-an, mengikuti kelas tentang gizi, sampai mempraktekkan tips agar anak makan lahap dari banyak expert. Karena masih saja belum berhasil, aku sampai selalu menanyakan dan menawarkan menu sesuai selera makannya agar dia makan lahap. Tapi tetap saja belum sesuai harapan.

Belum lagi masalah lainnya yang berkaitan. Karena anakku susah makan, dia lebih banyak minum susu untuk mengisi perutnya. Namanya juga susu, hanya membuat kenyang sementara, ya kan? Jadi demi menunggu dia lapar lagi, akhirnya jam makannya pun bergeser. Tidak hanya jam makan, tapi jam tidurnya pun ikut bergeser. Akhirnya anakku selalu tidur hampir larut malam, dan tidurnya pun tidak nyenyak atau gelisah. Mungkin karena lapar, ya?

Sampai pada akhirnya, aku menemukan akun Instagram @vijiclinic, yaitu akun sebuah klinik tumbuh kembang anak yang membahas dengan detail masalah atau gangguan pada tumbuh kembang anak, seperti; susah makan, telat bicara, anak tidak bisa diam, tidak fokus, dll. Setelah membaca semua postingannya, aku baru sadar ternyata masalah anakku ada hubungannya dengan tumbuh kembangnya. Ada beberapa fase yang belum optimal yang menyebabkan dia susah makan, tidak bisa diam, susah tidur dan gelisah, W sitting dan keteraturan yang belum baik.

Banyak ilmu baru yang kudapat dari @vijiclinic, salah satunya adalah bahwa semua refleks pada perkembangan anak harus matang, sensorik tubuh harus terintegrasi sempurna dan motorik anak juga harus kuat agar tumbuh kembang anak optimal dan terhindar dari masalah seperti yang dialami anakku. Ada yang anaknya punya masalah yang sama? Ingin tahu cara mengatasinya? Yuk, simak cara-cara berikut!


Lakukan 5 Cara Ini Untuk Atasi Anak Susah Makan

Cara jitu atasi anak susah makan

1. No Screentime

Tidak dipungkiri mayoritas anak jaman now sudah tidak asing dengan gadget ya, kan? Termasuk anakku. Padahal saran penggunaan gadget boleh diberikan pada anak di atas 2 tahun dengan batasan waktu yaitu tidak lebih dari 15 menit.

Pada kasus anakku, dia sering makan sambil screen time. Baik melalui smartphone, tv, atau laptop. Hal ini tentu tidak baik dan memberikan dampak ketergantungan. Anakku terpapar screen time sejak awal mpasi, ku berikan dia smartphone sebagai pengalihan agar dia bisa duduk diam dan tenang saat makan. Dan ya, sampai saat ini dia hanya bisa duduk diam dan makan dengan tenang jika sambil menonton. Tentunya ini terjadi karena aku belum tahu ilmunya saat itu dan belum paham efek samping dari screen time bagi anak. Sedih sekali! :(

No screen time adalah hal pertama yang dianjurkan oleh @vijiclinic untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, salah satunya agar anak makan dengan lahap. Hal pertama yang harus dilakukan agar anak makan lahap adalah dengan tidak memberikan screen time, terutama saat makan.

Karena proses makan melibatkan proses pengumpulan informasi sensori yang dimulai dari tampilan, bau, rasa dan tekstur makanan yang berbeda yang tercampur menjadi satu. Proses yang begitu kaya sensori tersebut dialami area oral atau mulut. Karena makan merupakan proses pergerakan yang kompleks mulai dari rahang, pergerakan otot pipi, pergerakan bibir, kolaborasi antara kunyahan gigi, gerakan lidah dan air liur untuk menghancurkan dan memindahkan makanan.

Namun jika anak makan dengan menonton gadget, proses sensori dan motorik ini tidak diperhatikan oleh anak sehingga mempengaruhi perkembangan area otak yang berhubungan dengan proses makan. Dilansir dari akun @vijiclinic hasil dari studi yang melakukan MRI pada anak-anak berusia 3-5 tahun menemukan bahwa anak yang menggunakan layar (smartphone, tv, laptop, dll) lebih dari satu jam per-hari tanpa keterlibatan orang tua memiliki perkembangan materi putih (white matter) otak pada pusat bahasa, literasi, kognitif (daya pikir) yang kurang maksimal.

2. Barefoot (Nyeker)

Apa sih hubungan antara nyeker dengan makan anak??

Hubungannya adalah ketika kita menginjak berbagai tekstur artinya tubuh menerima rangsangan sensori dan motorik yang dikirimkan ke otak sehingga juga mempengaruhi berbagai tekstur dalam mulut. Mengapa?? Karena telapak kaki adalah bagian tubuh yang memiliki banyak sekali saraf tepi sehingga jika anak bereksplorasi tanpa alas kaki, berarti banyak informasi yang anak terima.

Ketika telapak kaki menginjak berbagai permukaan, sendi tulang otot akan semakin kuat sehingga membentuk postur kaki yang baik dan mengurangi terjadinya flat feet (kaki datar). Meskipun flat feet merupakan faktor keturunan, namun dapat diminimalisir dengan stimulasi yang baik dan tepat agar lengkungan telapak kaki pun lebih baik. Dari postur kaki hingga postur tubuh memiliki pengaruh terhadap fungsi rahang untuk mengunyah dan berbicara, lho.

Taktil (indera peraba), makan dan kelekatan (attachment) saling berkaitan erat. Mengapa attachment? Karena anak butuh rasa percaya dan ketenangan tanpa paksaan untuk berani mencoba berbagai macam tekstur. Jangan paksa anak untuk mencoba, tetapi beri pengertian dan penjelasan tentang tekstur yang akan dicoba. Karena jika dengan paksaan, dampaknya anak akan merasa jijik atau takut terhadap semua tekstur dan hal-hal baru. Dan salah satu tekstur yang disarankan oleh @vijiclinic adalah rumput asli karena lembab, lembut, kaya dan berbagai input titik sensori.

3. Merangkak

Sisi tubuh kita dikendalikan secara bersilangan oleh otak. Tubuh kiri dikendalikan oleh otak kanan, dan sebaliknya. Kedua belahan otak di hubungkan oleh Corpus Callosum. Dan merangkak merupakan kegiatan yang dapat menstimulasi area Corpus Callosum. Salah satu manfaat dari merangkak yaitu menciptakan jalur di Corpus Callosum. Jalur penting ini mengandung 200-300 juta serabut saraf yang membantu kemampuan koordinasi di otak.

Setiap anak di anjurkan agar tidak melewatkan fase merangkak sebelum dapat berjalan. Manfaat dari merangkak lainnya adalah melatih kemampuan stabilisasi sebagai pondasi motorik halus anak, melatih kekuatan siku, pergelangan tangan hingga telapak tangan. selainitu sebagai postural control dan body stabilitation, dan salah satu kaitan manfaat dari merangkak dengan kemampuan makan anak adalah membentuk pondasi kemampuan makan itu sendiri.

4. Tummy Time (Tengkurap)

Salah satu faktor penting yang terabaikan menyebabkan kendala tumbuh kembang anak yaitu sedikitnya waktu untuk tummy time. Kegiatan ini dapat dilakukan sejak anak lahir. Yaitu sejak IMD dengan ibu dan juga dilatih di atas lantai yang keras dilapisi handuk tipis selama 1-3 menit. Dan akan bertambah durasinya mengikuti usia bayi.

Beberapa manfaat tummy time yang berkaitan dengan kemampuan makan anak adalah persepsi jarak untuk mata, menguatkan otot leher dan kontrol kepala, postur tubuh dan kekuatan otot punggung saat duduk makan, menguatkan otot pinggul agar betah duduk saat makan, menguatkan lengan untuk stimulasi motorik kasar saat meraih makanan, melatih motorik halus agar dapat menggenggam makanan atau menggunakan sendok, serta untuk mematangkan fungsi saluran cerna dan membantu konstipasi dan gas berlebih pada perut anak.

Sayangnya, banyak orang tua yang melewatkan fase ini. Termasuk aku. Setelah ku ingat lagi ternyata aku jarang sekali melatih anakku untuk tummy time saat dia baru lahir. Dan dia melakukannya sendiri saat belajar tengkurap dan merangkak. Itupun hanya sebentar, karena dia sudah bisa berjalan di usia sebelum satu tahun.

5. Bermain

Selain manfaat dari pentingnya bermain yang sudah kubahas sebelumnya, ternyata bermain juga memiliki hubungan dengan kemampuan makan anak. Salah satu jenis permainan yang dapat diberikan sejak anak baru lahir yang dapat mempengaruhi kemampuan makan anak adalah permainan sensorik atau sensory play. Manfaat dari sensory play adalah untuk menstimulasi indera-indera anak.

Selain 4 cara di atas, @vijiclinic juga mengajak para orang tua untuk mengetahui manfaat dari sensory play. Salah satunya adalah untuk atasi anak susah makan. Baik itu picky eater (pilih-pilih makanan) atau gerakan tutup mulut (GTM).

Lalu, apa hubungannya??
Hubungannya adalah karena permainan ini melibatkan indera-indera pada tubuh, seperti indera penglihatan, indera penciuman, indera perasa, indera peraba, indera pendengaran yang berperan penting untuk memberi informasi ke otak dan berpengaruh dalam kemampuan makan anak.

Kegiatan yang termasuk dalam sensory play juga sangat sederhana. Bermain di teras, di kebun, di lapangan juga termasuk dalam sensory play. Untuk bayi baru lahir, kita dapan melakukan sensory play dengan cara memanggil nama anak untuk stimulasi pendengaran, memberikan buku dengan gambar hitam putih untuk stimulasi penglihatan, memberikan ASI untuk stimulasi indera perasa dan memberikan jari-jari kita agar digenggam merupakan stimulasi taktil (peraba). Sederhana sekali kan? Tapi sangat dahsyat manfaatnya untuk atasi anak susah makan.

Aku sangat bersyukur menemukan akun @vijiclinic yang membagikan ilmu berharga ini secara gratis. Membaca semua postingannya, membuat ku tercerahkan dan dapat mengobservasi secara umum  masalah anakku. Serta dapat memberikan treatment mandiri dengan mengikuti semua cara jitu di atas.

Setelah beberapa waktu aku mempraktekkan kelima cara jitu tersebut, aku merasakan beberapa perubahan pada perilaku anakku. Namun yang masih menjadi tantangan untukku adalah no screen time, karena anakku masih sesekali terpapar atau bermain dengan gadget. Masih menjadi PR besar, nih!

Tapi, perubahan yang kurasakan setelah menerapkan lima cara jitu tersebut adalah anakku mulai tidur dengan teratur tanpa drama, tidur malam tidak terlalu larut dan lelap, lebih tenang dan kondusif, tidak rewel atau tantrum dan tentunya makan yang semakin lahap. Apapun menu makanannya, dilahap habis. Dan bonusnya, dia selalu ingin memakan makanan apapun yang sedang aku makan. Seperti merasa lapar terus. Dia juga sudah mulai belajar makan sendiri meski dipertengahan proses dia mulai bergerak lagi. Setidaknya sudah ada perubahan yang cukup berarti bagiku.

Anak senang

Itulah tadi cara jitu untuk atasi anak susah makan yamg direkomendasikan @vijiclinic plus dengan bonus atasi masalah anak lainnya yang berkaitan. Silakan kunjungi akun Instagramnya untuk informasi lebih lengkap atau untuk melakukan screening tumbuh kembang secara online.

Semoga bermanfaat, dan selamat mempraktekkan! :)

Sendy Yunika
Stay at Home Mom yang berusaha tetap produktif. Menambah peran sebagai momblogger dan penulis 9 buku Antologi sejak Maret 2021. Terima kasih sudah berkunjung :)

Related Posts

10 comments

  1. Kalau ponakanku biasanya suka tertarik ikutan makan kalau ada yang sedang makan, sambil diiming2 balapan maem enak, Mbak. Mwehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucunyaa.. enak nih bisa makan banyak ya kalo kita iming-iming bak selebgram lagi endorse makanan hahah

      Delete
  2. Anak keduaku lagi susab makan dah 3 weeks nih. Biasanya doyan banget makan. Sedih sih. Baca ini jadi termotivasi lagi semangat biar dia mau makan lahap kaya dulu. Thanks artikelnya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mb.. coba banyakin main sensori sm nyekel mb. Semoga membantu ya..

      Delete
  3. Waah makasih mbaak udah dirangkumin. Aku udah lama pingin baca2 di ignya vijiclinic gara2 anakku yg 10 bulan lagi gtm parah. Tapi blm sempet aja mau scrolling wkwk. Aku coba tips2nya deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mama Razin. Cus praktek deh, mb. Semangat!

      Delete
  4. Anak pertamaku duluu waktu masih pk nanny ya kecanduan gadget juga mba... Tapi ku berusaha no gadget2, mayan jg effortnya.tapi akhirnya berhasiiilll. Sekarang kl pun lg nonton tv, kl makan kudu matiin tv. Emg beda kok kl makan sambil nonton. Tar makannya di emut. Ku kepo ig vijiclinic ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang susah bgt aku juga detox gadget ke anak mb. Udah lolos, eh sekalinya kena lagi susah lagi deh..

      Delete
  5. Anaku ga pernah screentime mba, tpi klo makan smpe skrg dah 3,5th masih bkin pala pusing emaknya...hahaha
    Dulu nih pas bayi emang jarang barefoot sih..klo umur sgini masih ngefek ga ya klk mau barefoot 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba aja mb praktekin cara lainnya.. mgkn ada tahapan yg belum optimal. Bisa di optimalkan dr cara-cara lain di atas. Kalo masih belum ada hasil, coba bawa screening tumbang anak mb. Hehhe semoga bermanfaat ya..

      Delete

Post a Comment