Header

The Danish Way of Parenting: Membesarkan Anak Bahagia dan Tangguh

Post a Comment
The Danish Way of Parenting
Sebagai orang tua baru, pola asuh anak adalah hal yang masih abu bagiku. Untuk itu aku perlu banyak belajar untuk menentukan gaya pengasuhan yang sesuai dengan visi misi keluarga. Salah satunya aku ingin membesarkan anak dengan bahagia, sehingga mereka tumbuh menjadi anak yang bahagia pula. Membaca buku The Danish Way of Parenting, membuatku sangat tercerahkan.

Buku parenting ini ku beli atas rekomendasi salah satu influencer penggiat parenting yang ku ikuti di Instagram, sapaannya Bu Damar (@damarwijayanti). Buku The Danish Way of Parenting ini mengupas rahasia orang Denmark membesarkan anak yang tangguh dan bahagia. Sangat cocok kan dengan salah satu parenting goals ku?

For your information, banyak artikel yg menyebutkan Denmark adalah negara yg memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di dunia. Buku ini juga menyebutkan bahwa Negara Denmark telah terpilih sebagai orang-orang yg paling bahagia di dunia setiap tahunnya sejak tahun 1973 oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Develompent).

Artinya sudah 40 tahun lebih Negara Denmark dinobatkan sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia. Namun sejak 4 tahun terkahir, posisi Denmark digeser oleh Finlandia yang berhasil bertahan menduduki peringkat no. 1 sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia, menurut sebuah laporan tahunan terbaru yang disponsori PBB berjudul World Happiness Report yang dirilis pada Jumat (19/3/2021) yang dikutip dari berita Kompas pada hari yang sama.

Tentang Buku

Cover The Danish Way of Parenting
Cover E-Book The Danish Way of Parenting
Buku the Danish Way of Parenting ini ditulis oleh Jessica Joelle Alexander, seorang wanita Amerika yang menikah dengan pria Denmark. Melihat sikap Orang Denmark dalam mengasuh anak, mengantarkan rasa penasarannya untuk meneliti apa rahasia orang Denmark menjadi orang paling bahagia di bumi, bersama Iben Dissing Sandahl seorang psikoterapis Denmark. 

Setelah penulis melakukan penelitian bertahun-tahun, ternyata jawabannya terletak pada metode pengasuhan yg diturunkan secara turun menurun oleh orang tua mereka. Jadi buku The Danish Way Of Parenting ini bercerita tentang rahasia orang Denmark membesarkan anak-anak mereka agar menjadi anak yg bahagia dan kemudian tumbuh menjadi orang tua bahagia, tangguh, tegas, berempati, stabil emosi, mudah beradaptasi dan kemudian mereka mengulang pola asuh yg sama tsb secara turun menurun.

Judul Buku: The Danish Way of Parenting, Rahasia Orang Denmark Membesarkan Anak
Penulis: Jessica Joelle Alexander dan Iben Dissing Sandahl
Jumlah Halaman: 184
Tahun Terbit: 2018
Penerbit di Indonesia: PT Bentang Pustaka
ISBN 978-602-426-095-8

Memahami Default Setting

Sebelum menjelaskan gaya pengasuhan orang Denmark, pada awal buku, Jessica mengajak untuk mengenali apa yang menjadi pembawaan alami kita yang disebut dengan "Default Setting", yaitu tindakan atau reaksi kita ketika keadaan pikiran terlalu lelah untuk memilih tindakan atau reaksi lain yang lebih baik. Sehingga menjadikan situasi yang tidak menyenangkan bagi orang tua dan juga anak.

Seperti pada kasus seorang anak yang menumpahkan air, misalnya, karena pembawaan alami seorang Ibu adalah marah saat berada dalam kondisi tersebut, maka Ibu itu akan memarahi anaknya. Entah hanya dengan teriakan dan omelan atau berujung dengan pukulan. Padahal dalam kasus ini si Ibu paham bahwa anaknya tidak sengaja menumpahkan air, tetapi dia bereaksi sesuai dengan pembawaan alaminya. Layaknya setelan pabrik, pembawaan alami seseorang sudah terprogram ke dalam diri, seperti sudah mendarah daging, yang biasanya diturunkan dari orang tuanya.

Dari sinilah Jessica mengantarkan kita untuk mengetahui metode pengasuhan orang Denmark yang disingkat menjadi "P-A-R-E-N-T". Harapannya agar kita bisa berubah menjadi lebih positif dan lebih bijak dalam mengendalikan diri, terutama mengendalikan default setting kita.

PARENT

Parent
Adapun kepanjangan dari PARENT (orang tua) adalah:
P: Play (Bermain)
A: Authenticity (Autensitas: keaslian)
R: Reframing (Memaknai ulang)
E: Empathy (Empati)
N: No Ultimatums (Tanpa ancaman)
T: Togetherness and Hygge (Kebersamaan dan Kenyamanan)

P untuk Play (Bermain)

Pada bab ini, insight yang ku dapat ialah, Bermain adalah hak, kewajiban dan pekerjaan utama anak. Dari bermain anak belajar ketangguhan dan menumbuhkan aturan yg tepat dalam diri yg akan memandu mereka menghadapi hidup, seperti; meredakan kecemasan, mahir dalam pergaulan, mahir mengelola stress, mencoba hal baru untuk membangun kepercayaan diri dan yang terpenting menjadi anak yang utuh. Jangan merebut dunia bermain anak hanya untuk memuaskan ambisi kita yg menganggap anak cerdas karena mampu menguasai kemampuan akademis di usia anak yang masih dini.

Intinya, jangan sampai anak kita tumbuh menjadi anak pintar tetapi tidak tangguh, tidak stabil emosinya, kurang bisa berempati, dan rentan depresi karena tidak cukup bermain di masa kecilnya. Banyak sekali ide main yang bertaburan di media sosial, seperti yang pernah ku tulisan. Ide bermain di rumah saat pandemi seperti ini cocok untuk dijadikan pilihan. Serta jangan lupa, bermain juga memiliki tahapannya, ya.

A untuk Authenticity (Autentisitas)

Orang Denmark telah mengajari, mengenalkan dan mengajak anak untuk menerima perasaan (emosi) sesungguhnya yg mereka miliki sejak dini. Mengajarkan secara natural pada anak untuk mengelola emosi, bukan meredam emosi. Bagi orang Denmark, hal ini dapat membantu anak untuk lebih mudah mengatur strategi untuk menghadapi semua masalahnya dalam kehidupan.

Kejujuran emosional adalah hal yang dibutuhkan anak dari orangtuanya. Karena anak mengamati bagaimana ekspresi kita saat senang, sedih, marah, kecewa dll. Maka penting untuk selalu jujur saat mengakui perasaan, jika kecewa katakan kecewa jangan berbohong dengan mengatakan tidak apa-apa atau baik-baik saja.

Hal ini juga berkaitan dengan memberi pujian pada anak. Pujian palsu akan membuat anak kurang tangguh, merasa tidak aman dan tidak mau mengambil resiko. Orang Denmark terbiasa fokus pada proses, bukan hasil sehingga mereka memuji dengan tepat pada proses yang dilakukan anak. Karena ini akan membentuk pola pikir yg berkembang atau disebut dengan "Growth Mindset", pola pikir yang dapat meningkatkan kecerdasan anak.

R untuk Reframing (Memaknai Ulang)

Memaknai ulang adalah salah satu cara orang Denmark mengajarkan anaknya untuk menemukan cara pandang yang positif dalam setiap hal. Belajar memaknai segala sesuatu dalam kacamata positif tanpa mengabaikan informasi negatif.

Cara orang Denmark menggunakan bahasa dan pemilihan kata untuk anak sangat penting, maka dengan memaknai ulang mereka memilih kalimat yang lebih tepat dan positif untuk mengubah persepsi. Karena mereka lebih fokus pada hal baik dari pada hal buruk namun tetap realistis. Hal ini membuat mereka dijuluki "Optimis Realistis". Karena sifat inilah orang Denmark menemukan cara untuk menurunkan kecemasan yang memicu stress sehingga mereka lebih positif dan bahagia dalam mengasuh anak.

E untuk Empathy (Empati)

Orang Denmark memiliki kepercayaan fundamental bahwa peduli dengan kebahagiaan orang lain dapat menciptakan kebahagiaan pula pada diri sendiri. Jadi mereka mempraktikkan empati dalam pola pengasuhan mereka, sehingga anak tumbuh dengan respek yang tinggi terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Bahkan pembelajaran empati masuk dalam sistem kurikulum Denmark. Keren kan??!

N untuk No Ultimatums (Tanpa ancaman)

Di Denmark hukuman fisik pada anak sudah dilarang sejak tahun 1997. Mereka menganggap cara mendisiplinkan anak dengan cara memukul adalah aneh dan berbahaya. Mereka juga percaya bahwa mengancam dan hukuman fisik tidak akan berhasil mendisiplinkan anak dalam metode pengasuhan. Malah akan memberikan dampak yang buruk dalam perkembangan anak seumur hidupnya, seperti masalah mental (kecemasan, depresi, kecanduan) dan berdampak pada fungsi otak yang mengatur emosi dan stress.

Orang Denmark memilih gaya pengasuhan demokratis yg menumbuhkan kepercayaan dan ketangguhan pada anak. Gaya pengasuhan ini membuat anak merasa dihargai dan dipahami sehingga secara alami mereka akan mengikuti aturan yang ada.

T untuk Togetherness and Hygge (Kebersamaan dan Kenyamanan)

Togetherness (kebersamaan) dan Hygge (kenyamanan) adalah cara orang Denmark untuk menumbuhkan hubungan yang hangat, erat dan kelekatan antar anggota keluarga. Kebahagiaan jangka panjang bagi orang Denmark salah satunya karena mereka tau bagaimana cara merawat kebersamaan dan kenyamanan ini.

Bahkan mereka sengaja membuat rutinitas atau jadwal kegiatan yang bisa memberikan pengalaman dan memori menyenangkan untuk anak. Penjelasan hygge (baca: huga) dalam buku ini adalah tentang kegiatan yang aman dilakukan agar mendapatkan perasaan rileks, melepaskan kepenatan dan stress dari rutinitas sehari-hari, bersama anggota keluarga.


Nah, itu dia ulasan isi buku The Danish Way of Parenting. Tentunya penjelasan lengkap dengan beberapa contoh dapat kita baca pada buku. Meskipun buku ini adalah buku terjemahan, penjelasannya masih bisa dibaca dengan baik.

Ternyata menyelami dunia anak memang gampang gampang susah ya, meskipun kita pernah menjadi anak-anak. Meskipun terlihat simpel dan mudah membaca penjelasan dari PARENT. Tapi jujur, berat sekali menerapkannya. Butuh latihan, butuh kesabaran dan butuh proses tentunya.

Buku ini sangat rekomendasi sebagai referensi orang tua baru dalam hal pengasuhan. Selamat membaca dan mempraktekkan! :)

Sendy Yunika
Stay at Home Mom yang berusaha tetap produktif. Menambah peran sebagai momblogger dan penulis 9 buku Antologi sejak Maret 2021. Terima kasih sudah berkunjung :)

Related Posts

Post a Comment