Header

Read Aloud, Melejitkan Prestasi Anak di Sekolah

6 comments
read aloud
Siapa sih yang tidak mau punya anak berpreatasi di sekolah? Pasti semua orang tua menginginkan anaknya berprestasi ya, teman? Tentunya untuk berprestasi, anak harus banyak menampung informasi. Salah satu cara untuk mendapatkan berbagai macam informasi adalah dengan membaca. Kita semua pasti tahu tujuan dan manfaat membaca yaitu untuk menggali dan mendapatkan informasi.

Menurut Wikipedia, membaca adalah serangkaian kegiatan mulai dari melihat tulisan bacaan hingga proses memahami isi teks dengan bersuara atau dalam hati. Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati. Nah, sekarang pertanyaannya: Bagaimana cara agar anak gemar membaca? Jawabannya tentu saja dengan cara mengenalkan dan membacakan buku pada anak. Bagaimana mereka bisa tahu asiknya membaca jika kita sebagai orang tua tidak pernah memberikan pengelaman itu, ya kan?

Anak-anak suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Untuk itu, kita bisa mengenalkan dan membacakan buku pada anak dengan cara yang menarik perhatian mereka, yaitu dengan cara Read Aloud atau membacakan nyaring. Teriak-teriak gitu maksudnya? Bukan, bukan! Hehe.
Yuk, cari tahu apa itu read aloud atau membaca nyaring untuk anak dan apa hubungannya dengan prestasi anak di sekolah. Come on!

Mengenal Read Aloud

Menurut Jim Trelease, read aloud atau membacakan nyaring adalah aktifitas sederhana untuk membacakan cerita pada anak yang dilakukan secara rutin dan konsisten sehingga memberi dampak pada anak untuk biasa mendengar (listening), mau membaca dan akhirnya bisa membaca (independent reading). 

Read aloud adalah kegiatan yang menyenangkan untuk memulai literasi. Melalui kegiatan yang menyenangkan ini, anak akan terbiasa dengan aktivitas membaca sehingga membuat mereka jadi senang dan gemar membaca. Selain itu, banyak sekali manfaat dari read aloud untuk kecerdasan anak sehingga mereka dapat berprestasi di sekolah. Penasaran? Yuk, simak..

Manfaat Read Aloud untuk Prestasi Anak

Manfaat read aloud
Melalui kegiatan read aloud, artinya kita membantu perkembangan otak anak lebih optimal. Menagpa? Karena dari kegiatan ini, kita sedang memperkenalkan dan melatih kemampuan mendengar anak. Anak di bawah usia 7 tahun, dominan menggunakan indera pendengaran untuk menangkap dan mengumpulkan informasi. Selain itu, read aloud adalah cara terbaik untuk menamah kosakata beserta arti tiap kata dan melatih rentang perhatian serta daya ingat anak.

Read aloud juga dapat merangsang imajinasi anak melalui cerita yang dibacakan, ditambah dengan variasi warna suara dan irama yang berbeda-beda membuat cerita semakin hidup. Melalui kegiatan yang menyenangkan ini, secara tidak langsung anak berkenalan dengan konsep buku dan belajar yang akhirnya membuat mereka senang membaca. Semakin anak banyak membaca, semakin banyak yang mereka ketahui. Semakin banyak yang diketahui, maka anak akan semakin cerdas. Dan ketika anak semakin cerdas, maka mereka akan mencintai kegiatan sekolah dan selalui ingin belajar.

Wah! Ternyata kompleks dan menakjubkan sekali ya dampak dari kegiatan sederhana ini. Kegiatan membacakan buku pada anak dengan suara nyaring, atau disebut read aloud. Lalu, bagaimana cara memulai read aloud dan kapan memulainya?

Memulai Read Aloud

memulai read aloud
Ada tiga hal penitng yang harus diperhatikan oleh orang tua yang ingin memulai kegiatan read aloud, yaitu:
1. Sediakan buku.
2. Luangkan waktu minimal 15 menit dalam sehari.
3. Niat dan kemauan yang kuat.

Kemudian, mulailah melakukan read aloud sedini mungkin. Iya, sedini mungkin! Maria Montessori berkata, “The most important period of life is not the age university studies, but the first one, the period from birth to the age of six”. Mengapa periode usia bayi baru lahir hingga usia enam tahun adalah periode yang paling penting? Karena di usia ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan ukuran otak sebesar 85% otak orang dewasa.

Pada periode ini sinaps pada otak terbentuk. Sinaps adalah penghubung antar sel otak untuk mengirimkan informasi. Pembentukannya sendiri akan terjadi ketika ada rangsangan multisensori yang didapat dari kegiatan berbicara, bernyanyi, bermain dan membacakan nyaring. Jika kita memberikan rangsangan yang tepat, maka masing-masing sel otak akan mampu menumbuhkan 20.000 cabang berbeda dan juga sinaps yang berbeda. Pertumbuhan sinaps ini lah yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Dari penjelasandi atas, sudah cukup jelas ya hubungan read aloud dengan prestasi anak di sekolah? Intinya, sedini mungkin kita membacakan buku untuk anak, maka semakin banyak anak memperoleh informasi. Ketika kita membacakan buku pada anak, kita menuangkan suara, suku kata, akhiran dan campuran (ke telinga dan otak) yang akan menjadi kata-kata  yang sutau hari dia akan diminta untuk membaca dan memahami. 

“How can you speak, read or write the word if you have never heard the word?”
 -Jim Trelease. 

Bagaimana anak akan bisa mengatakan, membaca atau menulis suatu kata jika mereka tidak pernah mendengar kata itu sebelumnya? Bagaimana anak bisa memahami makna dari suatu kata jika mereka tidak pernah mengenal kata tersebut? Hubungannya dengan akademis, bagaimana anak bisa memahami sebuah tulisan atau penjelasan suatu pelajaran jika mereka tidak paham maksud dari kalimat yang disampaikan? 

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita sebagai orang tua untuk menumbuhkan dan membangun kecintaan anak terhadap buku. Agar mereka gemar membaca, semakin banyak membaca maka semakin banyak informasi yang mereka dapat. Semakin banyak informasi, maka anak akan semakin cerdas dan berprestasi di sekolah.

Begitu luar biasanya manfaat dari read aloud untuk anak. Meski read aloud ini merupakan kegiatan sederhana, kita harus melakukannya dengan menyenangkan dan tanpa paksaan ya, teman. Jangan terlalu serius, tapi jangan juga terlalu santai. Kunci utamanya sih, konsisten. Minimal 15 menit dalam sehari. Pasti bisa ya? Demi masa depan anak yang cerah dengan prestasi yang gemilang.
Yuk, semangat yuk!

Sendy Yunika
Stay at Home Mom yang berusaha tetap produktif. Menambah peran sebagai momblogger dan penulis 9 buku Antologi sejak Maret 2021. Terima kasih sudah berkunjung :)

Related Posts

6 comments

  1. Wah, sampai enam tahun ya. Read aloud bisa membuat anak lebih bersemangat dalam belajar. Bahkan imaginasinya semakin berjalan, banyak pertanyaan yang muncul dari kata yang ditemuinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul pak, banyaknya kosakata yang ditampung juga berpengaruh pada prestasi anak kelak

      Delete
  2. Wah, satu lagi ilmu baru dunia parenting, ternyata ini salah satu kunci supaya anak bisa mudah untuk berkomunikasi ya Mom, karna kalo udah cerdas biasanya komunikasinya bagus, wah terima kasih sharingnya Mom Sendy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Tabungan untuk skill public speaking juga bisa hihi

      Delete
  3. Emang bener sih, Mbak. Anak kecil sering dibacakan cerita dengan nyaring melatih dan membantu rekaman kosakata yang didengarnya. Makasih, Mbak Sendyyy

    ReplyDelete

Post a Comment