Header

Ketika Anak 3 Tahun Ingin Sekolah, Ini yang Aku Lakukan

25 comments
Konten [Tampil]
Anak 3 tahun
Assalamu'alaikum, Moms-genk!
Moms, si gadis, anak usia 3 tahun ingin sekolah nih.. Bingung mau daftarin PAUD tapi belum cukup umur kemarin tuh, tapi anaknya ngotot banget minta sekolah tiap hari. Ada yang samaan ga, Moms?

Bulan Oktober lalu anakku baru genap usia 3 tahun, sedangkan syarat daftar PAUD sekitar rumah semuanya minimal usia 3 tahun baru bisa daftar, Moms. Jadinya anakku baru bisa daftar tahun ajaran baru 2022 kan?

Nah, sebenarnya dari tahun lalu, anakku sudah ku daftarkan untuk Kelompok Bermain. Tapi karena masih pandemi dan belum bisa ke sekolah jadilah sampai anaknya usia 3 tahun ini, belum juga ngerasain main dan belajar bareng di sekolah. Hihi

Untuk Kelompok Bermain tahun ini masih off, belum berkegiatan di sekolah lagi. Ada sih sekolah yang gurunya ke rumah gitu tiap berapa kali dalam seminggu. Kurang seru sih ya? Karena dulu niat awal daftarkan kelompok bermain biar bisa bersosialisasi dan berteman. Nah, kalau gurunya yang ke rumah sama aja ga bisa main bareng temen-temen dong ya? Hehe.

Aku sih antara senang dan bimbang sebenarnya ketika anak usia 3 tahunku ingin sekolah. Senang karena dia ada kemauan dan semangat sekolah, tapi disisi lain bimbang juga. Apa iya anakku sudah siap? Apa iya anakku sudah menguasai beberapa keterampilan yang dibutuhkan?

Karena ada beberapa keterampilan dasar yang perlu anak kuasai sebelum masuk ke sekolah lho, Moms. Sudah tahu belum, apa saja keterampilan dasar itu?? Chek it out!

Keterampilan yang Harus Dikuasi Anak Pre-School

Keterampilan dasar anak sebelum sekolah
1. Keterampilan Motorik Halus

Keterampilan motorik halus adalah tindakan menggunakan otot-otot kecil, seperti otot-otot di tangan dan jari. Hal ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk menulis, menggambar menggunakan pensil warna, krayon atau kuas, dll. Pokoknya kemampuan agar anak tahu bagaimana cara menggenggam pensil yang benar.

Hal yang harus kita siapkan adalah melatih agar motorik halus anak berkembang dengan matang. Bagaimana caranya?
 
Gampang Moms, bisa melalui kegiatan pra-menulis seperti menyendok, menuang, menggunting, meronce, melipat kertas, menyobek kertas menggunakan jari, dll.

2. Keterampilan Dasar Sehari-hari

Keterampilan dasar sehari-hari atau life skill merupakan keterampilan yang perlu anak kuasai. Karena keterampilan ini adalah bentuk dari kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Contoh keterampilan dasar sehari-hari adalah seperti minum dengan gelas/botol minum sendiri, makan sendiri, melepas sepatu sendiri, melepas pakaian sendiri (ketika ingin ke toilet), buang air dan besar secara mandiri, dll.

Tujuannya tentu agar anak bisa mandiri dan bisa menangani masalah yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

3. Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial juga tidak kalah penting ya, Moms. Karena keterampilan ini merupakan kemampuan anak untuk bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana anak bergaul dan berbaur di lingkungan sekitar (sekolah) dengan cara-cara khusus yang dapat diterima dan menghindari perilaku yang akan di tolak oleh lingkungan.

Aspek dari keterampilan sosial antara lain sikap empati, bekerja sama, tanggung jawab, dan persaingan sehat. Oleh sebab itu, sangat penting mengoptimalkan keterampilan sosial anak sebelum mereka sekolah.

Kegiatan yang bisa melatih keterampilan sosial dan emosional anak adalah dengan bermain bersama teman-teman, seperti bermain kejar-kejaran, petak umpet, membaca buku bersama, dan bermain sambil belajar lainnya bisa mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

4. Keterampilan Mendengarkan

Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan anak untuk mendengarkan dan menginterpretasikan infomasi yang disampaikan secara verbal. Kemampuan mendengarkan pada anak sangat penting, karena anak usia dini mendapatkan informasi dari apa yang mereka dengar dan apa yang mereka lihat.

Keterampilan mendengarkan membutuhkan kemampuan anak untuk memahami, merekam, dan merespons informasi sehingga anak bisa mengikuti arahan guru di sekolah dan menerima pelajaran dengan baik.

Kegiatan yang bisa menstimulasi kemampuan mendengarkan adalah dengan membacakan buku, mendongeng, melakukan eksperimen bersama dan mengajak anak mengobrol terstruktur.

Ah, keterampilan apa lagi ya Moms yang perlu dikuasai anak sebelum masuk sekolah? Jika ada yang tertinggal, tolong tambahkan di kolom komentar ya..

Ketika Anak 3 Tahun Ingin Sekolah, ini Solusiku

Ibuku guruku
Karena eh karena setiap pagi minta di antara ke sekolah, padahal juga ga tahu tuh yang mana sekolahnya. Haha
Jadilah ku cari solusinya, yaitu aku menjadi guru untuk anakku.

Memang benar, ibu adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Tapi maksudku di sini, aku berperan layaknya seorang guru di sekolah. Ku ubah bermain dan belajar yang biasa kami lakukan dengan sedikit formal. Biar vibes-nya dapet gitu :D

Aku juga mendaftarkan diri di lembaga non formal yang memberikan program pendampingan untuk orangtua yang ingin memberikan stimulasi untuk anak di rumah sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Nama programnya adalah Ibuku Guruku dari @Rumahlebah.id

Sebenarnya banyak sekali komunitas atau lembaga non formal lainnya yang memiliki program semacam ini. Ada yang berkegiatan full online, jadi anak berinteraksi langsung bersama guru dan teman-temannya melalui zoom. Ada yang seperti @Rumahlebah.id ini, kegiatan bermain dan belajarnya offline dan langsung didampingi oleh orangtua.

Namun, tujuan utamaku mengikuti program Ibuku Guruku karena aku ingin menjadi guru super untuk anakku di rumah. Sebelum dia bertemu dengan guru-guru supernya nanti di sekolah. Dan juga fasilitas dan kurikulum @Rumahlebah.id sesuai dengan keinginanku. Fasilitas yang didapat yaitu kelas pembekalan orangtua, pendampingan bersama Praktisi Anak Usia Dini melalui Whatsapp Grup, Online Playdate via zoom 2x dalam 1 periode dan worksheet lengkap untuk kegiatan belajar satu bulan.

Akhirnya aku menemukan solusi untuk gadisku, si anak 3 tahun ingin sekolah ini. Melalui serangkaian kegiatan bermain dan belajarnya, aku bisa memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tumbuh kembangnya. Bisa menyiapkan dan mengoptimalkan keterampilan yang perlu dikuasai anak sebelum masuk ke sekolah. Bisa lebih mengenal karakteristik anak usia 3 tahun yang cukup menguras emosi. Belajar juga manajemen waktu, tenaga dan tentunya emosi. Hehe

Adakah ide atau rekomendasi lain untuk solusi mengahadapi anak usia 3 tahun ingin sekolah, Moms?? Let me know, ya :)
Sendy Yunika
Stay at Home Mom - Blogger - Writer

Related Posts

25 comments

  1. It's better mempersiapkan pendidikan anak di rumah oleh sosok ibu, karena ibu adalah madrasah utama, dari pada usia 3 tahun harus ke sekolah atau pendidikan di luar.
    Beruntung para ibu sekarang, banyak lembaga yang aware untuk mendampingi dalam proses membersamai si buah hati, seperti halnya rumah lebah

    ReplyDelete
  2. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Salut deh buat @rumah lebah.id terutama program Ibuku, Guruku. Salut juga buat Mbak Sendy...

    ReplyDelete
  3. Wah jadi penasaran sama program @rumah.lebah.id, anakku januari besok tepat 4 tahun tapi belum kuincipkan sekolah. Jarak menjadi alasan untuk menunda sekolah offline, jadi sementara belajar di rumah dulu. Terimakasih ceritanya telah menambah bekalku mengasuh anak-anak di rumah.

    ReplyDelete
  4. Wah seru! Ini mirip salah satu tipe homeschooling ya, di mana orang tuanya dapet kurikulum dari komunitas/lembaga.

    Lagipula, ada perasaan bangga kalau kita sendiri yang ngajarin ke anak sampai bisa ga, sih, Mom? Hehe

    ReplyDelete
  5. saya sepakat sekali ibu adalah sekolah pertama bagi anak
    program ini sangat bagus terutama di masa pandemi ini mbak
    pendidikan anak tetap jalan tetapi bisa di rumah saja sambil bonding ke anak

    ReplyDelete
  6. Anak usia 3 tahun adalah usia keemasan anak. Anak pada umumnya sudah bisa membedakan mana yang berbahaya bagi dirinya. Meski begitu, perlu pendampingan eksta ketat sebab mereka cenderung mencoba hal hal yang baru. Salut buat ibunya yang terus bisa belajar dan belajar.

    ReplyDelete
  7. Woh, usia 3 tahun nih tiba-tiba ada perasaan kok udah gedhe aja nih bayi. Dah pengen sekolah aja. Gitu g sih, Mbak? Semoga sehat selalu, Kakaaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap anak ulang tahun, pasti ada pikiran gitu? Kok tiba-tiba udah sekian tahun ya? Gak terasa... Kek nya baru kemarin lahiran...

      Delete
  8. Keren bangettttt anak 3 tahun udah minta sekolah. Biasanya ini karena lihat kakaknya atau abangnya sekolah nih mba. Kayak anak saya yang juga mau 3 tahun bulan depan, lihat kakaknya sekolah, suka nganterin kakaknya juga sekolah, jadi ikutan pengen sekolah. Hahahaha.

    Bagi saya empat keterampilan anak pre-school yang mba paparkan di atasa benar semua. Apalagi keterampilan dasar sehari-hari. Kalo keterampilan mendengarkan kayaknya 3 tahun belum ya mba, soalnya mereka usia segitu justru kepo banget dan suka gak sabaran. Mereka justru lebih banyak bertanya, gak bisa disuruh diam mendengarkan dalam waktu lama. Mungkin perlu dilatih ekstra pelan-pelan.

    Keren banget mba bisa memberi pendampingan buat orang tua di RumahLebah.

    ReplyDelete
  9. Good mom! tidak mudah loh mom jadi guru untuk anak apalagi usianya masih 3 tahun butuh kesabaran.Aku saja ketika anakku usia 5 tahun ada PR dari TK nya gak sabar ngajarin, karena anak-anak itu mood-moodan, kita mommy nya yang suka gak sabaran,he...he...he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget nih kak. Mengasuh anak umur 3 tahun gak gampang ya. Ini termasuk menyiapkan mereka dgg nutrisi terbaik, parenting sosial dll. Jadi emang perlu kesabaran dari ortunya.

      Delete
  10. Ajak temen sebayanya main di rumah, bisa bermain sambil belajar yang ringan² dulu. Anak saya masuk TK 3,5 thn, SD 4,5 thn. Kasian, tergopoh² menyesuaikan dirinya, meski akhirnya bisa adaptasi.

    ReplyDelete
  11. Sekarang banyak lembaga pendidikan yang menampung anak2. Tinggal pilih. Tak heran baru 4 tahan mereka sudah pandai membaca. Terima kasih telah berbagi, Mbak

    ReplyDelete
  12. bagus nih Ibuku Guruku dari @Rumahlebah.id

    beruntung anak2ku mah nurut aja, gak pernah minta sekolah

    saya masukin mereka ke PAUD di usia 3 th, kemudian TK di usia 4 tahun

    ReplyDelete
  13. Lucuk beut dah, anak bayi pengen sekolah. Kalau aku sih patokannya komunikasi, selama anak sudah oek komunikasinya boleh-boleh saja sekolah. Just for fun tapi kan ya. Kalau lagi pengen bolos ya bolos aja, hehe.

    ReplyDelete
  14. Belajar sembari bermain. Ini paling asyik untuk anak-anak. Cara menghadapinya memang harus memiliki tingkat kesabaran sangat besar. Wuah bisalah nih belajar bareng Rumah Lebah Parenting dalam mempersiapkan diri menghadapi anak-anak.

    ReplyDelete
  15. Setiap anak memiliki perkembangan berbeda apalagi ingin sekolah merupakan sesuatu yang menarik untuk diperhatikan di usianya

    ReplyDelete
  16. Jadi dilatih di rumah dulu ya, belajar sambil bermain sehingga bisa terasa vibes nya ala-ala sekolah.

    ReplyDelete
  17. Ibu ada guru terbaik sepanjang masa, tanpa gelar, tanpa prestasi, tapi ibu adalah guru yg sangat berjasa bagi anak-anak mereka

    ReplyDelete
  18. Masya Allah .... seneng banget ya kalau si kecil udah antusias pengen sekolah. Aku mesti belajar lagi nih dari para mamah muda. Buat bekel kalau nanti punya cucu (((cucu))).

    ReplyDelete
  19. Senangnya kini ada solusi jika anak 3 tahun dah pengin sekolah ya, ikutan @Rumahlebah.id ada kegiatan bermain dan belajar offline dan langsung didampingi oleh orangtua. Kalau anakku dulu mulai paud usia 4 tahun di dekat rumah

    ReplyDelete
  20. Anak umur 3 tahun lagi senang2nya melakukan banyak aktifitas ya bund. untuk ada @rumahlebah.id. kegiatan anak jadi terarah dan anak jadi makin pinter. Anak 3 tahun yg sedang tinggi antusiasnya harus di dukung ya bund

    ReplyDelete
  21. membaca cerita dri para moms adalah pelajaran bgi kami yang belum pengalaman hehe
    makasih bund

    ReplyDelete
  22. Mantep banget strateginya mba. Jadi inget dulu main sekolah2an gara-gara masih belum boleh sekolah gegara usiaa hehehe

    ReplyDelete
  23. sebenernya kondisi pandemi ini juga mau tidak mau menuntut para Ibu untuk bisa jadi guru di rumah ya, jadi menambah kemampuan menjadi pngajar hehe. bersyukur ada partner mengajar anak anak yang bisa melengkapi ya bun

    ReplyDelete

Post a Comment