Header

Cara agar Anak Tidak Kecanduan Gadget, Sudah Terbukti!

25 comments
kecanduan gadget
Sepertinya mendengar kata-kata “kecanduan gadget” saat ini sudah tidak asing di telinga ya, teman?! Tidak dipungkiri, kemajuan teknologi kini membuat kita lebih banyak berinteraksi dengan gadget, entah untuk urusan pekerjaan, memenuhi kebutuhan atau hanya sekedar untuk berkomunikasi.

Gadget sudah menjadi hal yang familiar, pun untuk anak-anak, di zaman milenial ini kebanyakan anak sudah terpapar gadget. Seperti kisahku nih teman, karena kurangnya ilmu tentang ini, aku kecolongan memberikan anak gadget (handphone) saat dia masih berusia 6 bulan.

Paparan pertama kali sebenarnya diberikan oleh orang lain ketika anakku sedang menjalani home care. Karena dia menolak untuk dipijat, diberilah tayangan kartun dari handphone untuk membuatnya diam. Nah, dari sanalah awal mula aku selalu memberinya tonton melalui handphone-ku, teman. 

Lagi-lagi karena kurangnya ilmu parenting, aku belum tahu cara menyiapkan anak makan agar ia bisa duduk tenang dan lahap saat makan. Sehingga sejak dia Mpasi hingga beberapa waktu lalu, anakku hanya mau makan dengan diam jika ia menatap layar handphone.

Namun makin hari makin meresahkan, anakku memiliki jadwal yang berantakan. Mulai dari tidak tahu kapan waktunya makan, mandi dan tidur. Setiap malam tidurnya hampir tengah malam. Kemudian dia sering menangis tiba-tiba saat tidur malam, tantrum ketika handphone diambil atau ketika tidak mendapatkannya, suka merebut handphone, dll.

Alhamdulillah setelah banyak belajar, akhirnya aku sadar dan memutuskan untuk menyudahi masalah yang kubuat ini. Aku ingin anakku tidak kecanduan gadget lagi, khususnya handphone. Aku ingin dia tumbuh optimal di masa golden age-nya. Jadi aku mulai melakukan detox handphone.

Nah, sebelum aku sharing caraku melakukan detox handphone, aku ingin membahas dampak kecanduan gadget terlebih dahulu ya, teman!

Dampak Anak Kecanduan Gadget


dampak kecanduan gadget
Kecanduan gadget bisa terjadi pada siapa saja, tentunya ketika seseorang tersebut terlalu banyak menggunakan gadget dalam kesehariannya. Gadget bisa berupa barang elektronik apa saja, namun dalam konteks ini yang dimaksud adalah gadget yang memiliki layar seperti handphone, laptop, tablet dan komputer.

Gadget tidak selamanya baik, apalagi untuk anak. Gadget memiliki potensi buruk untuk anak yaitu kerusakan otak dan gangguan pada proses tumbuh kembang. Dilansir dari bssn.go.id, gadget dapat merusak kinerja otak jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget disebut Screen Dependency Disorder (gangguan ketergantungan terhadap layer gadget).

Studi menunjukkan Screen Dependency Disorder membuat otak anak menyusut hingga memengaruhi kemampuan mengatur rencana, organisir dan sebagainya. Selain terjadi pada anak, remaja dan orang dewasa juga menghadapi dampak negatif dari paparan gadget yang berlebihan. Namun, karena otak anak masih berkembang, maka dampaknya akan lebih buruk bagi anak-anak. 

Berikut adalah dampak dari ketergantungan terhadap layar gadget (Screen Dependency Disorder) pada anak:
  • Telat bicara
  • Susah fokus
  • Tantrum
  • Susah belajar
  • Sulit tidur atau gangguan tidur
  • Tidak bisa diam
  • Minim eye contact
  • Peacky Eater hingga sulit makan
  • Terlalu pasif 
  • Sulit hingga tidak bisa bersosialisasi
  • Mengalami masalah dalam tumbuh kembang fisik, seperti: berat badan turun atau justru naik dengan drastis (obesitas), sakit kepala, hingga masalah penglihatan.
  • Masalah psikis seperti: kecemasan, perasaan kesepian, dan perubahan mood yang drastis.
  • Dll
Dari banyaknya dampak yang ditimbulkan akibat dari paparan layar gadget, ada beberapa yang juga terjadi pada anakku, yaitu mulai dari telat bicara. Anakku termasuk telat bicara, karena saat usia dibawah 2 tahun, dia hanya bisa mengucapkan tidak lebih dari 50 kosakata. Namun saat usia 22-23 bulan, kosakatanya meledak. Alhamdulillah.

Kemudian dampak selanjutnya adalah tantrum ketika gadget diambil atau saat dia tidak mendapatkan handphone. Untuk cara mengatasi tantrum, bisa cek postingan cara menaklukkan tantrum ya, teman. Anakku juga tidak bisa diam, super aktif bangeeeet! Dan yang terakhir adalah sulit tidur atau masalah tidur.

Nah, untuk menyudahi semua masalah ini. Aku mulai melakukan detox handphone dengan cara-cara berikut. Simak, ya!

10 Cara Mencegah dan Menghentikan Anak Kecanduan Gadget

 
cara detox gadget
1. Jangan Bermain Gadget dihadapan Anak

Ini kunci utamanya, ya! Anak itu peniru ulung. Dia akan meniru hal, perilaku, sikap, kegiatan dan kebiasaan yang dilihat di sekitarnya. Gak mungkin dong anak dilarang main gadget tapi kita malah main terus di hadapannya??? Ya, jangan salahkan anak juga minta main dong ya, teman. Hehe

2. Buat Kesepakatan dengan Seluruh Anggota Keluarga

Ini juga penting! Khususnya bagi yang masih tingal dengan anggota keluarga lainnya selain keluarga inti ya, teman. Kita harus memberitahu anggota keluarga lainnya jika anak sudah tidak bermain gadget, sehingga anggota keluarga lainnya juga bisa menahan diri untuk tidak bermain gadget dihadapan anak. Dengan kerjasama ini, tujuan kita akan cepat terwujud.

3. Ajak Anak Bermain Bersama

Bermain adalah kegiatan penting untuk anak. Dan ini adalag cara paling efektif untuk mengalihkan anak dari gadget. Coba deh! Banyak sekali lho manfaat dari bermain bersama untuk anak, sila baca artikelku tentang manfaat bermain untuk anak.

4. Membaca Buku Bersama

Wah, kalo kegiaatan yang satu ini, berjuta manfaatnya teman! Siapa sih yang ga pengen anaknya candu baca buku? Gimana caranya biar anak cinta buku dan say good bye pada gadget?? Sila baca tulisan Momblogger kece satu ini tentang cara mengubah candu gadget menjadi candu baca.

5. Libatkan Anak Berkegiatan Bersama 

Kegiatan ini termasuk dalam menstimulasi anak dalam keterampilan hidup, teman. Selain bisa mengalihkan anak dari gadget, berkegiatan bersama juga bisa menguatkan bonding dengan anak. Banyak sekali manfaat yang didapat anak, salah satunya yang sudah ku tulis dalam artikel panen manfaat dari membuat bolu kukus bersama anak.

6. Ajak Anak Main di luar Rumah

Karena pandemi ini membuat was-was kalau harus main ke playground, sekedar bermian di halaman rumah juga bisa menstimulasi anak lho, teman. Coba saja ajak anak bermain dengan metode steam di halaman rumah. Anak pasti betah dan lupa deh sama gadget!

7. Batasi Waktu Penggunaan Gadget

Anakku memang belum sepenuhnya no screen time ya teman. Tapi setidaknya sudah tidak kecanduan handphone. Meski kadang masih terpapar karena berkomunikasi dengan keluarga. Jadi ku siasati dengan mebatasi waktu penggunaan. Ketika komunikasi berakhir, maka segera jauhkan handphone dari hadapan anak. Memberi batas waktu penggunaan gadget ini juga sangat bermanfaat agar anak terbiasa menaati aturan.

8. Jangan Beri Akses Penuh

Jangan pernah biarkan anak memegang gadget sendiri, tetap damping ya, teman. Siasati juga dengan menyimpan aplikasi yang biasa ditonton atau dimainkan anak pada folder tersendiri dan sembunyikan. Sehingga anak tidak dapat menemukan aplikasi tersebut. Jangan lupa juga kunci atau beri password gadget agar anak tidka bisa mengakses gadget tanpa bantuan kita.

9. Beri Apresiasi

Jika anak sudah menunjukkan progres, meski baru sedikit, tetap beri apresiasi. Apresiasi ini bisa juga digunakan sebagai bentuk reminder, mengingatkan anak kembali bahwa dia bisa tanpa gadget. Hari-harinya tetap seru dan mengasyikan. Waktu yang tepat untuk memberi apresiasi anak adalah setelah mereka kenyang, menjelang tidur, saat berdandaan sehabis mandi atau di waktu mandi.

10. Tegas dan Konsisten

Ini yang paling berat nih, teman. Kita harus tegas dan konsisten. Tegas maksudnya disini jika kita sudah menyepakati untuk mengurangi atau no screen time pada anak, maka harus dilakukan. Jangan kasih kendor! Hehe. Dan satu lagi yang paling berat, konsisten! Tak apa lah rumah berantakan, tak mengapa pekerjaan jadi tertunda karena menemani anak bermain, asal tujuan untuk memisahkannya dengan gadget tercapai. Terus berjuang dna jangan putus asa!

Nah, itu dia teman, kesepuluh cara yang aku lakukan agar anak tidak kecanduan gadget. Sejauh ini progresnya sangat baik. Anakku tidak pernah tantrum lagi karena meminta handphone, dia lebih super aktif dari sebelumnya, imajinasinya semakin berkembang karena sering bermain, lebih gemar membaca buku, lebih kreatif dan tentunya komunikasinya semakin meningkat alias cerewet. Hehe

Kalau kalian sudah merasa khawatir anak kecanduan gadget dan mulai sakit hati ketika dia sibuk dengan gadget, saranku segera detox. Jangan sia-siakan masa golden age anak. semoga kita bisa menjadi orangtua yang berdaya di periode penting anak dengan menjauhkan anak dari perilaku kecanduan gadget dengan menerapkan konsep enlightening parenting pada periode penting.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat :)
Sendy Yunika
Stay at Home Mom - Blogger - Writer

Related Posts

25 comments

  1. akupun pernah difase ini mbak, setahun yg lalu. dan sering mengjaknya bermain ini bisa jadi salah satu cara jitu. congrat mbak

    ReplyDelete
  2. Baru beberapa hari yang lalu aku mengajak anakku bikin donat.. Dan bener banget, karena asik mengaduk adonan, membentuknya, mengisi isian, dll anak jadi tak minta main hp.. Memang peran utama agar anak tidak pegang hp ada di kita sebagai orang tua yaa..

    ReplyDelete
  3. Aku dulu pun pernah kayak mbak..
    Karena memang di rumah ada anggota keluarga lain yang gadgetan...
    Alhamdulillah sekarang sudah tertib dengan aturan gadget...

    ReplyDelete
  4. dampak dari gadget luar biasa menyeramkan ya mba, klo aku lagi di fase ngerem buat diri sendiri nih. alhamdulillah anak ga tertarik ma HP ku, tapi suka complain klo ditinggal hapean melulu.

    ReplyDelete
  5. liat ponakan yang sering tantrum karena rebutan ponsel sama emaknya tuh kadang biking yang liat juga gemes, pengen ngarahin tapi pasti diejek belum pernah ngerasain punya baby, ahaha.. aku kasih linknya Mom Sendy ini aja deh, karena aplikatif banget dan harusnya berhasil diterapin,hhe.. makasih sharingnya Mom Sendy :D

    ReplyDelete
  6. Keteladanan dari orang tua adalah koentji...

    ReplyDelete
  7. Anakku udah bebas dari gadget alhamdulillah. Tapi emaknya yang kena gadget disorder wkwk

    Emang faktor inner circle dan lingkungan sangat mempengaruhi terciptanya candu gadget ini. Intinya emang banyakin waktu main sama anak, qtime, main udah itu aja intinya.

    ReplyDelete
  8. ihhh keren 10 tipsnya. dududud, akutuh yang suka sakit hati kalo anakku pegang hape hahahha meski demikian masih batas wajah sih. hanya saja ini malah emaknya yang kecanduan hiks..
    bikin tips detoks gadget untuk dewasa donk bun..

    ReplyDelete
  9. gadget itu emang punya daya pikat yang luar biasa ya, cuma mau liatin video anak ke anaknya sendiri aja, bikin nagih, emang kalo kita ortu ga aware selak kebablasan heu heu, semoga anak-anak kita terlindung dari candu gadget ya

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah anak-anak di rumah memegang gadget hanya pada waktu tertentu saja, karena efektif memang menggunakan poin nomor 7 dengan memberi batasan waktu

    ReplyDelete
  11. aku ngerasain banget anak pertama speech delay mba, tapi alhamdulillah skrg udah bisa lepas dan kontrol.. nah anak kedua yang sebelumnya ga tertarik ama gadget tau2 kecanduan karena pernah dikasih bapaknya nonton hahaha skrg lagi nyobain step-step kaya yang mba sendy bilang bismillah

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah bgt anak2 aku bijak dengan gadget. Tips2nya bener bgt mba ;) semoga bisa bijak seterusnya. Tp upaya pencegahan untuk gak pegang hp depan anak agak susah ya buat kita freelancer dunia digital wkwk

    ReplyDelete
  13. Ini nih emang jadi tantangan para orang tua di masa serba digital sekarang ya, Mbak. Susah pasti lah. Kalau dari kita sudah membatasi sekian, terkadang pas main ke rumah tetangga atau saudara jauh, eh loss aja -_-

    ReplyDelete
  14. Anakku nggak ada jadwal akses HP, HP hanya dipinjami saat2 tertentu kalau pas ortu nggak bisa nemeni mereka. tapi memang ada TV di rumah. Karena buatku lebih mudah kontrol TV daripada HP --- terbukti sama emaknya, wkwk, ;lebih milih HP daripada TV.

    Lagian kalau TV nontonnya pasti jaraknya jauh, kalau HP sambil tidur sambil rebahan, bahaya juga buat mata kalau deket2 terus lihatnya.

    Plus TV di rumah udah kaya radio, disetel tapi nggak diperhatiin, karena anak2 tetep asyik berantakin rumah.

    Btw, anak bungsuku nggak akses gadget di bawah 2 tahun, tapi termasuk telat bicara juga. Punya 2 anak, beda semua perkembangannya. Yang anak bungsu jauh lebih lambat emang dibandingkan kakaknya, but it's oke karena tiap anak pasti selalu bawa ilmu baru buat ortunya.

    ReplyDelete
  15. Setuju banget. Poin 2 sampai akhir sudah aku jalankan juga. Kalau poin 1 aku belum. Tapi aku kasih pengertian ke mereka kalau aku kerja lewat hp. Jadi mereka bisa maklum sih dan gak ngerengek minta hp.

    ReplyDelete
  16. Memang bahaya ya kak kalau zaman skrng anak sudah mulai kecanduan gadget. Orang tua beralasan agar tak rewel. Ya tinggal bagaimana mengatur anaknya saja. Banyak cara bermain tanpa harus pakai gadget

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah sejauh ini, hp buat anakku taunya ya cuma buat foto-foto bikin video dan kirim-kirim pesan dan video call aja. hehe.. kalau tontonan lebih ke TV ya, itu pun tidak setiap hari.. memang perlu banget nih dibatasi, karena bahaya gak main-main :) cuma ya tetap harus dikenalkan, karena memang era mereka sudah era digital sejak lahir hehe.. biar gak gaptek juga sih hehe

    ReplyDelete
  18. Gampang-gampang susah sih ya mba kalau di era digital seperti ini harus melarang sama sekali. Bener juga, tetep boleh main gadget tapi dengan akses dan waktu yang dibatasi. Apalagi kalau udah kenal game. Aduh bisa tereak tiap hari emaknya :(

    ReplyDelete
  19. agak-agak susah sih mengendalikan anak kecanduan hp, apalagi buatku dan suami yang kerja nya emang by phone like always all the time. gak bisa ditinggalin karena dagangnya emang online. udah jadi resiko sendiri sih ketika anak jadi pengen main hp juga karena role modelnya begitu. meski udah dijelasin juga anak usia 5 dan 7 tahun agak kurang paham. akhirnya, sebagai penggganti hp, harus ngemodal dikit nih kami, beli mainan like everyday. meski yang harganya 2ribuan. but it workks ngedistrak mereka dari hp.

    i know, kami bukan keluarga idealis. tapi aku yakin semua keluarga punya rules dan kebijaksan masing-masing sesuai dengan kondisi keluarga tersebut.

    tapi tetep sih, mesik mereka banyak screen time di hp, kami selalu cek apa yang mereka tonton dan game yang dimainin. alhamdulillah selama ini yang ditonton paling upin-ipin, nusa rara, minecraft, dan si bungsu selalu sama channelnya, leak, bangbarongan, gedruk dan musik metal, hehehehe

    ReplyDelete
  20. Ahhh aku dlu termasuk yg pernah "kecanduan" pas masa2 sekolah, tapi alhamdulillah setelah nemu kegiatan positif yg menyibukkan diri jadii bisa teralihkan fokusnya. Aku terapkan untuk anak2 hal yg sama

    ReplyDelete
  21. Sheeenn.. makaasih banyaak informasimu bermanfaat banget. Ini tuh related dengan kehidupan sehari-hari belum urusan usaha onlineku yg emang jd harus srin pegang HP. Dan aku udh jalanin sebulanan loh tuk pegang HP umpet2 dr anak. Agaknya berhasil.. meski kadang klo lagi bosan mereka beralih ke TV / youtube. Tapi sring ajak anak bermain bareng bisa kurangin tantrum

    ReplyDelete
  22. Macem dua sisi pedang sih ya ini gadget. Di satu pihak sebagai kemajuan teknologi tapi kalau kecanduan juga bahaya. Sejauh ini sering dengerin curhatan temen yang bingung anaknya sulit lepas dari gadget, butuh perjuangan

    ReplyDelete
  23. memang benar kita yang harus mengatur dan mencegah anak kecanduan gadget. Dampaknya yang sering saya lihat dan rasakan, anak-anak jadi kurang fokus. Hanya saja di lapangan masih sering melihat, jika anak nangis dikasihnya gadget biar berhenti nangis.

    ReplyDelete
  24. Yang poin nomor satu, sulit² gampang yaa mba hehehe
    Kadang kitanya lagi urgent banget mau nggak mau yaa terpaksa juga kepegang hpenya di depan anak²..
    Tp ini mungkin bisa disiasati kali yaa..

    ReplyDelete
  25. Alhamdulillah.. ada tips ini yang bisa aku ikuti dan share ke banyak teman yg anaknya MasyaAllah super aktif megang gadget.

    Thankyou mbak..

    ReplyDelete

Post a Comment