Iklan

Header

6 Tips Membawa Anak Naik Pesawat Anti Ribet

Post a Comment
Konten [Tampil]
 
Tips membawa anak naik pesawat
Musim liburan telah tiba nih! Kalian ada rencana liburan kemana bersama keluarga? Ada yang bepergian menggunakan pesawat? Pas banget nih, aku mau membagikan tips membawa anak naik pesawat berdasarkan pengalaman ku.

Kalau tidak salah ingat, pertama kali aku membawa anak naik pesawat saat pulang mudik lebaran tahun 2019, sebelum covid merajalela dan status darurat. Ketika itu usia putriku belum genap 12 bulan. Kedua kalinya membawa anak naik pesawat di awal tahun 2021 setelah covid mulai reda, yang artinya usia anakku masih 2 tahun lebih.

Nah, di usia-usia anak antara 1-3 tahun menurutku anak masih sangat bergantung pada kita. Masih belum bisa mengekspresikan keinginannya dan kebutuhannya secara verbal. Mungkin masih hanya isyarat menangis. Apalagi anak yang bicaranya belum lancar. Kebetulan saat itu anakku bicaranya belum jelas.

Saat anak sudah berusia 3 tahun ke atas, menurut ku mereka sudah mulai paham, mulai bisa di briefing lebih detail dan bisa dikondisikan. Mereka juga mulai bisa mengutarakan kebutuhan dan keinginan mereka.

Nah, buat kalian yang ada rencana berlibur bersama keluarga, mungkin tips membawa anak naik pesawat berdasarkan pengalaman ku ini bisa menjadi sedikit referensi agar perjalanan liburan kalian berjalan lancar.

Tips Membawa Anak Naik Pesawat Anti Ribet

Pengalaman ku ini sedikit banyak bisa membantu kalian yang mencari tips membawa anak naik pesawat untuk liburan, meski kondisi keluarga kita mungkin tidak sama persis. Jadi, kalian sesuaikan sendiri ya!

1. Pastikan anak dalam keadaan sehat

Membawa anak liburan hal yang utama adalah keadaannya harus sehat dan fit. Karena jika tidak fit atau kurang sehat, kebanyakan anak-anak akan banyak rewelnya. Sehingga perjalanan berjalan kurang lancar. Jadi, sebelum bepergian jaga imunitas anak agar anak tetap sehat.

2. Pilih jam penerbangan yang tepat

Pilihlah jam penerbangan antara jam 9 pagi hingga jam 1 siang atau penerbangan di jam tidur siang anak. Penyesuaian ini ditujukan agar anak bisa tidur saat berada di dalam pesawat. Jangan pilih jam penerbangan terlalu pagi jika anak kalian tidak terbiasa bangun pagi. Seperti yang kita tahu, prepare untuk penerbangan dan check-in dilakukan minimal 2 jam sebelum penerbangan. Menyiapkan anak saat anak masih belum cukup tidur bisa memicu mood anak menjadi tidak baik dan akibatnya dia akan rewel.

3. Membawa mainan dan camilan kesukaan anak

Selama menunggu masuk ke dalam pesawat, biarkan anak mengeksplorasi sekitar. Biarkan dia bermain sesuka hatinya agar energinya tersalurkan. Biasanya jika energi anak sudah tersalurkan, anak lebih bisa duduk tenang atau malah cepat tidur karena lelah. Nah, jika anak sudah mulai bisa duduk tenang, kita bisa memberikan mainan atau camilan kesukaan anak agar dia tidak bosan. Sehingga saat pesawat mulai terbang, anak sudah lelah dan kenyang dan akhirnya tertidur.

4. Membawa tas khusus kebutuhan anak

Tas khusus kebutuhan anak ini kita simpan di kabin pesawat, ya. Isinya bisa berupa mainan, camilan, baju gantu dan kebutuhan anak lainnya seperti diapers, minyak telon, tisu basah, selimut dll. Pisahkan antara kebutuhan anak darurat dan tidak darurat. Untuk yang tidak darurat bisa kita simpan dalam koper yang dimasukkan bagasi pesawat. Ini akan sangat memudahkan kita, lho.

5. Memakai pakaian yang nyaman

Untuk masalah pakaian ini tergantung pada anak masing-masing ya. Jika anak merasa nyaman menggunakan pakaian tertutup, misalnya atasan lengan panjang dan celana panjang serta kaos kaki, ini akan memudahkan orang tua untuk tidak perlu menyediakan selimut saat anak tertidur di dalam pesawat. Namun jika tidak nyaman, sediakan selimut sebelum masuk ke dalam pesawat agar tidak perlu mengambil tas di kabin pesawat

6. Siapkan stroller travelling jika dibutuhkan

Kalau aku dulu, tidak membawa stroller. Alasannya agar lebih ringkas saja. Bawaan yang disimpan di kabin pesawat hanya tas khusus anak dan makanan yang tidak bisa dimasukkan bagasi. Jadi ketika naik dan turun pesawat tidak membawa banyak barang. Kita lebih leluasa untuk menggendong anak.

Itulah beberapa tips membawa anak naik pesawat yang bisa aku bagikan. Kuncinya ada pada orang tua, karena kita yang lebih tahu anak kita jadi kita harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan anak agar perjalanan lancar.

Tidak kalah penting juga, kesehatan orang tua harus dijaga. Orang tua terutama ibu, harus dalam keadaan sehat dan prima. Kita sebagai ibu, harus menjadi ibu cekatan. Karena selain menyiapkan barang bawaan, kita juga harus bisa menyiapkan anak dan meng-handle nya. Karena kebanyakan anak merasa lebih nyaman saat bersama ibu.

Kalau kalian, adakah ada pengalaman yang sama juga? Coba tambahkan tips membawa anak naik pesawat versi kalian di kolom komentar.


Semoga bermanfaat!

Related Posts

Post a Comment