Header

Menjadi Ibu yang Allah Mau

11 comments
Konten [Tampil]
 
Menjadi Ibu yang Allah mau
Bagaimana sih menjadi ibu yang Allah mau? Apakah ibu yang tidak pernah marah pada anaknya? Atau ibu yang hafal 30 juz Al-Qur'an? Pernah tidak, terpikirkan bagaimana seharusnya menjadi seorang Ibu?

Masih dalam proses perjalanan menjadi seorang Ibu, terkadang banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan. Baik dari dalam diri maupun dari luar (lingkungan masyarakat).

Hal-hal yang berasal dari dalam diri, sedikit banyak sudah ku pelajari. Apa saja sumbernya dan bagaimana cara mengatasinya. Meskipun praktiknya belum sempurna.

Dalam menjalani proses menjadi seorang Ibu, sering muncul dalam benak, sebenarnya bagaimana sih seharusnya menjadi ibu yang baik? Bagaimana cara anak dan suami bahagia berada disamping kita?

Beberapa jawabannya adalah dengan menjadi ibu yang bahagia. Ibu yang bisa mengatur dan memanajemen waktu dengan baik, yang bisa mengelola stres dengan apik serta menerapkan pola asuh yang terbaik.

Namun, terfikir pula bagaimana cara menjadi ibu yang Allah mau. Karena tujuan kita hidup hanyalah mencari ridha Allah, mungkin itu yang membuat pertanyaan itu muncul.

Bagaimana Cara Menjadi Ibu yang Allah Mau?? 

Seperti kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Bertanya-tanya bagaimana menjadi Ibu yang Allah mau, pas banget dengan judul kajian ustadzah Halimah Alaydrus yang diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 2024 lalu di Tangerang.

Judulnya, Menjadi Ibu yang Allah Mau. Ya, persis dengan judul artikel ini. Meskipun tidak hadir langsung, aku menyimak kajian ini melalui kanal YouTube beliau.

Ustadzah Halimah Alaydrus menjelaskan dalam kajiannya, panduan menjadi orang tua yang Allah mau sudah tertulis dalam Al-Qur’an tepatnya dalam surat Luqman.

Sedikit membahas tentang Luqman, beliau adalah Luqman Al-Hakim merupakan sosok teladan dalam mendidik anak. Keteladanan Luqman Al-Hakim dalam mendidik anak ini telah diabadikan dalam Al-Qur’an agar menjadi contoh dan pedoman bagai umat sesudahnya dalam mendidik anak sebagai amanat sekaligus anugerah dari Allah subhanallahu wa ta'ala.
Surat luqman
Berdasarkan surat Luqman, ustadzah Halimah Alaydrus mengingatkan, cara memeberikan nasihat pada anak tidak hanya menggunakan lisan. Namun juga menggunakan hati dan contoh. Contoh yang dimaksud di sini adalah teladan.

Karena anak akan lebih cepat meniru apa yang dia lihat dari pada apa yang dia dengar. Itu sebabnya pula anak, khususnya anak usia golden age, dijuluki dengan sebutan si peniru ulung.

Ustadzah Halimah Alaydrus mengutip ungkapan Imam Al Gazali, yang berbunyi:

"Anak itu seperti bayangan, kapan ceritanya bayangan bisa lurus kalau tiangnya sendiri adalah tiang yang bengkok? Tiangnya dulu yang diluruskan, maka bayangannya akan lurus dengan sendirinya" - Imam Al Gazali.

Artinya, anak adalah cermin orang tuanya. Kita belajar membenahi diri kita terlebih dahulu agar anak-anak kita juga terbenahi. Hal yang perlu dibenahi adalah sesuai pesan Luqman pada putranya, yang merupakan pedoman menjadi Ibu yang Allah mau.
Nasihat Luqman untuk parenting

1. Menjadi hamba yang beriman

Sesuai dengan surat Luqman ayat 13, yang artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Kalimat “Jangan mempersekutukan Allah” kaitannya dengan keimanan dan keimanan berkaitan dengan ketauhidan. Menjadikan diri dan anak sebagai hamba yang beriman artinya membentuk manusia yang mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apupun juga.

Kita harus paham bahwa tidak ada sesuatu apapun yang dapat menolong kita selain pertolongan Allah subhanallahu wa ta’ala.

Bahkan Ibu juga harus tahu, bahwa hanya Allah lah yang mampu menghidupkan janin di rahim ibu, Allah pula lah yang memberikannya makan sejak dalam janin hingga kelak waktu wafatnya tiba.

Kita sebagai orang tua harus sadar betul bahwa kita tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki kuasa apapun terhadap anak-anak kita.

Mereka hanyalah titipan Allah, maka sudah seharusnya kita sebagai orang tua mengingatkan tentang siapa yang menciptakan mereka, tentang siapa yang sudah menjamin hidup dan rejeki mereka, yaitu Allah Tuhan yang Maha Esa.

Maka, hal yang harus dilakukan Ibu adalah menanamkan keimanan dan ketauhidan pada hati dan jiwa anak agar tidak pernah menyekutukan Allah dengan apapun dalam kondisi apapun. 

2. Mengajarkan ibadah

Ibadah paling utama bagi umat muslim adalah shalat, shalat tepat waktu. Shalat merupakan amal shalih yang dapat menetapkan ketauhidan, dan dikerjakan semata-mata hanya karena Allah subhanallahu wa ta'ala.

Ajarkan anak untuk mengerjakan shalat dan ibadah lainnya. Ajarkan anak untuk selalu bergantung pada Allah. Meminta apapun dalam kondisi apapun hanya pada Allah. Ajarkan anak untuk candu dalam mengerjakan shalat dan ibadah lainnya. 

Begitu juga dengan sholawat pada Baginda Nabi, biasakan sejak dini anak mengenal siapa Rasul dan Nabinya. Ajak anak untuk senantiasa bersholawat. 

3. Mengajarkan adab dan etika

Selain hal-hal di atas, Luqman juga menasehati anaknya agar tidak menjadi manusia sombong. Agar selaku menjadi manusia yang berbudi pekerti baik, adabnya baik dan memiliki etika yang baik. 

Ilmu tanpa adab apalah artinya. Ajarkan anak sopan santun. Jangan biarkan anak tumbuh menjadi orang yang sombong yang tidak memiliki etika dan tidak menjunjung tinggi adab. 

Penutup

Pedoman menjadi Ibu yang Allah mau ternyata sudah tertulis dalam Al-Qur'an surat Luqman, yang mana Luqman sendiri merupakan teladan bagi orang tua dalam mendidik anak.

Dalam surat Luqman, ada beberapa nasihat Luqman pada putranya, yang juga menjadi kunci untuk menjadi ibu yang Allah mau, yaitu tidak menyekutukan Allah, mendirikan shalat, mengajarkan adab dan tidak sombong karena sejatinya kita bukan siapa-siapa, tidak bisa apa-apa dan hanya membutuhkan Allah.

Menurut penjelasan ustadzah Halimah Alaydrus, jika kita melakukan poin-poin yang telah disebutkan di atas maka kita sudah berusaha menjadi Ibu yang Allah mau.

Jadi, perbaiki diri dan niat, kerjakan nasihat Luqman dan jangan lupa doakan anak-anak dengan doa yang sangat memohon hingga jatuh air mata mu, Bu!

Jangan lupa baca part 2 nya disini, ya! 

Semoga bermanfaat!







Sumber:
Kajian ustadzah Halimah Alaydrus, https://youtu.be/hd2HdXiKD24?si=uyN-O42N7t_bBx2w
https://an-nur.ac.id/konsep-mendidik-anak-menurut-al-quran-surat-luqman/
Sendy Yunika
Stay at Home Mom - Blogger - Writer

Related Posts

11 comments

  1. Dari baca judulnya saja, sudah membuat saya terenyuh.. Saat ini saya sedang berproses menjadi ibu yang Allah mau. Semoga saya bisa menjalani dan melakukannya.. Amiinn ya Rabb..

    ReplyDelete
  2. Wah mantab sekali nich, semoga Kakak bisa menjadi yang diinginkan ya, termasuk para pembaca sekalian.

    ReplyDelete
  3. Duh, jadi sedih. Rasanya banyak banget perintah Allah yang belum kulakukan dalam hal mendidik anak ini. Terima kasih untuk pengingatnya, Mbak.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah sebagai agama, Islam memberi penuntun yang lengkap ya?
    Termasuk cara menjadi ibu yang Allah mau
    sebagai mantan mualaf, kerasa banget saya jadi tahu bagaimana harus menjadi ibu yang Allah mau setelah mengikuti pengajian demi pengajian

    ReplyDelete
  5. Intinya kita harus benar dan menjadi Hamba Allah yang benar ya, agar pesan ini nyata tersampaikan ke anak. Kalau versi santri Jawa masih ada lagi yaitu ibu memiliki amalan khusus untuk anaknya.

    ReplyDelete
  6. Syukran wa jazzakillahu khayr, ka..
    Aku jadi evaluasi lagi dengan apa yang sudah aku lakukan selama ini. Seringkali ngerasa gak tega menyuruh anak sholat, padahal yaa.. itu kewajiban orangtua dan bahkan sudah diajarkan pula tata cara menyuruh anak sholat yang benar sesuai tahapan usianya.

    Kalau gak tega terus-terusan, apa yang akan aku wariskan pada mereka ketika aku tlah tiada?

    ReplyDelete
  7. Jadi ingat saat haflah akhirusannah anakku kelas 9 SMP minggu lalu dibacakan Al-Qur'an surat Luqman, Sebagai pengingat bagi ortu terutama untuk menjadi Ibu yang Allah mau seperti tertulis dalam surat ini yang mana Luqman sendiri merupakan teladan bagi orang tua dalam mendidik anaknya.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah nambah ilmu lagii, terutama untuk saya , yang masih belajar menjadi ibu baik

    ReplyDelete
  9. Sepertinya nasihat dalam surat Luqman tidak hanya untuk Ibi, tapi juga untuk Ayah. Kedua orang tua harus bisa menjadi seperti orang tua yg Allah mau dengan mengikuti teladan yg sudah terbukti kualitas parentingnya.

    ReplyDelete
  10. Masya Allah tulisannya jadi reminder diri buat saya yang sedang berusaha menjadi ibu yang Allah mau, semoga bisa dan Istiqomah 🥹 jazakillah khayran

    ReplyDelete
  11. Sudah ada penuntunnya tinggal kitanya yang bagaimana. Semoga kita semua selalu dalam petunjukNya. Amin

    ReplyDelete

Post a Comment