Header

Analisa Peluang Usaha Frozen Food Rumahan Dan Modalnya Disini

Post a Comment
Konten [Tampil]
Peluang usaha frozen food rumahan
Aku adalah salah satu orang yang suka nyetok frozen food seperti sosis, kentang, nugget untuk cemilan anak, teman. Saking seringnya nih, kadang terbesit ingin usaha frozen food aja sekalian. Kira-kira seberapa besar sih peluang usaha frozen food rumahan itu?

Sejak anak mulai sekolah, kadang aku menyiapkan makanan yang simpel untuk bekal anak. Karena anakku biasanya sarapan dulu sebelum berangkat sekolah, jadi bekal yang ku bawakan hanya camilan berat.

Bekal favorit anakku kalo ga kentang goreng ya sosis goreng, teman. Ada yang samaan ga? Alhamdulillah ya, mamak jadi sat set sat set. Hehe.

Nah, kali ini aku akan membahas peluang usaha frozen food rumahan yang cocok banget untuk dijadikan bisnis ibu rumah tangga, nih.
Kalo kata pepatah tuh, sambil menyelam minum air.

Mengapa frozen food? Karena frozen food merupakan salah satu alternatif makanan instan yang praktis untuk dimasak, namun tetap memiliki cita rasa lezat dan bergizi tinggi. Selain itu, frozen food juga menjadi kesukaan anak-anak dan andalan para ibu jika bingung mau masak apa atau sedang terburu-buru menyiapkan makanan.

Cara masaknya pun praktis, bisa digoreng atau dikukus sebentar saja, olahan frozen food siap disantap. Bisa juga dijadikan toping tambahan untuk sayur atau menu lainnya. Praktis banget kan??!!

Peluang usaha frozen food rumahan ini cukup besar lho, teman. Apalagi jika kita tinggal di pemukiman padat penduduk yang rata-rata pekerja kantoran. Bisnis ini jika dikelola dengan sungguh-sungguh, akan mendatangkan keuntungan yang lumayan besar.

Yuk, mari kita cari tahu peluang usaha frozen food rumahan!

Peluang Usaha Frozen Food Rumahan, Besar atau Kecil?

Jika melihat dari toko frozen food langganan sih, peluang usaha frozen food rumahan lumayan besar, teman. Apalagi jika sudah mengetahui pola konsumen, produk apa saja yang banyak dicari, pasti bisa balik modal dalam waktu yang cepat.

Pada dasarnya, aneka makanan olahan yang telah diawetkan dengan cara dibekukan dapat digolongkan dalam kategori frozen food. Tapi biasanya frozen food terbuat dari berbagai macam olahan daging sapi, ayam, dan seafood.

Berikut ini ada beberapa rekomendasi frozen food yang paling banyak digemari dan diminati oleh sebagian besar orang, khususnya di Indonesia, yaitu nugget, sosis, bakso, tempura, otak-otak, dimsum, kentang, risol, kebab, siomay, fish stick, fish roll, ayam potong, sayuran beku, dll.

Tertarik Bisnis Frozen Food? Ini Perhitungan Modal Usahanya!

Jika dirasa peluang usaha frozen food rumahan besar, pasti kalian penasaran berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha frozen food? Simak estimasi modal usaha frozen food berikut!

Perhitungan Modal

Untuk memulai usaha frozen food, pada dasarnya tidak ada perhitungan modal yang paten. Dengan kata lain, kita bisa menyesuaikan seberapa banyak stok produk dengan modal yang dimiliki.

Semakin banyak jenis makanan dan stok produk, maka kita akan membutuhkan freezer dan energi listrik yang lebih besar. Otomatis, modal yang dibutuhkan juga semakin besar.

Namun, untuk awal usaha frozen food bisa dimulai dengan stok yang sedikit dulu. Selain untuk meminimalisir modal, juga untuk "cek ombak" konsumen atau pelanggan. Sehingga memudahkan kita untuk stok berikutnya.

Dengan stok yang tidak terlalu banyak, kita cukup memerlukan satu freezer untuk menyimpan barang dagangan. Dan sebagai pemula, lebih baik menjadi reseller dari produk frozen food yang sudah laris di pasaran karena sudah dipercaya masyarakat.

Berikut adalah estimasi modal dari peluang usaha frozen food rumahan:

Biaya Peralatan
Chest freezer 200 liter: Rp 2.450.000
Banner 1 buah Rp 50.000
Etalase kecil Rp 350.000
Total: Rp 2.850.000

Biaya Operasional (Stok Awal)
Sosis sapi 15 pcs: Rp 700.000
Sosis ayam 15 pcs: Rp 600.000
Bakso sapi 15 pcs: Rp 800.000
Aneka nugget dan olahan ayam 30 pcs: Rp 2.000.000
Aneka olahan seafood 30 pcs: Rp 2.300.000
Kentang goreng beku 15 pcs: Rp 200.000
Bapao frozen 10 pcs: Rp 150.000
Plastik kemasan: Rp 100.000
Aneka saus dan mayones ukuran kecil @12 pcs Rp 250.000
Total: Rp 7.100.000

Jadi perkiraan modal untuk stok awal usaha frozen food adalah seberapa Rp 9.950.000

Itulah tadi perhitungan modal untuk memulai peluang usaha frozen food rumahan dimana  tanpa sewa tempat dan sewa karyawan. Hanya dengan modal kurang lebih sebesar Rp 10.000.000, kita sudah bisa membuka usaha frozen food. Tentunya modal ini bisa diperkecil dengan mengurangi jumlah stok barang dan membeli freezer bekas yang masih bagus.

Cara Memulai Usaha Frozen Food Rumahan

Peluang usaha frozen food rumahan cukup menjanjikan karena usaha ini sedang banyak digandrungi. Selain karena banyaknya peminat dari konsumen usaha ini juga terbilang cukup praktis, mudah dijalankan dan mampu menghasilkan keuntungan yang besar.

Peluang usaha frozen food rumahan ini sangat besar untuk ibu rumah tangga karena proses bisnisnya yang mudah dan tidak memakan banyak tenaga. Sehingga para ibu rumah tangga masih bisa menjalankan tugasnya sambil berjualan.

Meskipun terkesan mudah tapi untuk memulai usaha frozen food diperlukan perencanaan yang matang. Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar bisnis dapat berjalan lancar dan meraup profit yang memuaskan. Apa sajakah persiapan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1. Persiapkan modal usaha

Modal usaha hal pertama yang harus dipersiapkan saat ingin menjalankan usaha apapun, termasuk frozen food ini. Sesuaikan modal usaha dengan budget yang dimiliki.

Seperti hitungan estimasi modal awal yang sudah dijelaskan di atas, usahakan modal sesuai dengan kemampuan. Tak apa jika harus dimulai dengan stok yang sedikit. Asalkan tidak memaksakan diri.

Ada baiknya juga menabung sedikit demi sedikit dari keuntungan yang didapat untuk mengumpulkan modal usaha yang lebih besar lagi.

2. Pilih produk frozen food yang ingin dijual

Selanjutnya yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis frozen food adalah memilih produk yang akan dijual. Banyak sekali jenis frozen food di pasaran yang bisa kamu pilih. Usahakan pilih frozen food yang paling best seller atau paling banyak diminati.

Menjual makanan yang best seller tentu akan membuat produk yang dijual menjadi incaran banyak orang. Namun menentukan produk juga tidak boleh sembarangan, harus dipikirkan dengan matang dan melalui riset.

Jangan sampai karena mengejar merek dengan harga murah, produk malah tidak laku. Dan sebaliknya, karena mengejar merek dagang yang sudah terkenal atau best seller, tapi harga tidak sesuai dengan konsumen, maka akan membuat hambatan dalam proses usaha.

Sebaiknya lakukan riset sederhana dengan menyetok sedikit barang dari berbagai macam merek di awal untuk mendapatkan pola konsumen.

3. Awali dengan menjadi reseller

Sebagai pemula dalam bisnis frozen food ini, ada baiknya awali usaha dengan menjadi reseller. Reseller adalah tangan kedua di bawah distributor yang mengambil stok produk untuk dipasarkan.

Keuntungan menjadi reseller selain mendapat harga yang lebih murah, terkadang juga bisa menukar barang yang sudah mendekati expired date dengan barang yang baru. Sehingga bisa meminimalisir kerugian akibat barang kadaluwarsa.

4. Pelajari cara mempromosikan produk

Promosi kesuksesan sebuah usaha adalah promosi. Tanpa promosi, calon konsumen tidak akan tahu jika kita jualan. Karena itu strategi promosi menjadi sangat penting untuk dipelajari.

Jangankan untuk bisnis pemula, mereka dagang yang sudah besar pun harus tetap menjaga aktivitas promosinya. Kita harus gencar memasarkan produk baik secara langsung maupun lewat media.

Apalagi dengan adanya media sosial semakin memudahkan kegiatan promosi dan nggak memakan banyak anggaran. Mulailah memasarkan produk dari lingkungan keluarga, tetangga dan teman-teman kamu lewat media sosial.

5. Kantongi lisensi BPOM dan produk Halal

Keamanan konsumen dan status halal produk sangat penting pada bisnis makanan, terlebih kita tinggal di negara dengan penduduk Muslim terbesar. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan konsumen bahwa produk kita aman dikonsumsi dan terjamin status halal-nya

Apalagi, untuk jenis makanan yang diawetkan seperti frozen food ini, lisensi BPOM akan jadi pertimbangan konsumen dalam membeli. Jika perlu, buat juga PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) untuk menjadikan bisnis lebih matang dan memiliki hak kepemilikan yang jelas.

Setelah mengetahui estimasi modal dan cara memulai peluang usaha frozen food rumahan, kini saatnya mencari tahu kelebihan dan kekurangan usaha frozen food.

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Frozen Food Rumahan

Setiap usaha pasti memiliki kelebihan dan kelemahan, begitu pula usaha frozen food ini. Meski peluang usaha frozen food rumahan besar, juga memiliki kekurangan yang perlu kamu ketahui:

Kelebihan usaha frozen food rumahan

1. Mudah untuk memulainya

Banyak bisnis yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi sebelum dijalankan. Apalagi jika ditambah dengan risikonya. Namun, lain halnya dengan bisnis frozen food. Dengan memilih menjadi distributor atau reseller, maka siapa pun bisa memulai bisnis ini karena memang hanya modal awal saja yang dibutuhkan.

2. Sudah memiliki pasarnya sendiri

Minat masyarakat kepada frozen food belakangan menjadi bertambah, apalagi setelah pandemi. Meski memang sebelum adanya kegiatan di rumah aja, bisnis ini pun sudah berjalan dan memiliki peminatnya sendiri. Akan tetapi, kondisi ini bisa naik dua kali lipat, sehingga ini bisa menjadi satu kelebihan bisnis frozen food.

3. Jangka waktu makanan bisa bertahan lama

Masalah terbesar dari pengusaha produk makanan adalah waktu tahan lama produk itu sendiri. Di mana, sebagian besar memiliki kualitas yang tidak bisa bertahan lama. Namun, frozen food berlaku sebaliknya. Inilah yang menjadi salah satu keuntungan dari bisnis tersebut.

4. Produk frozen food bisa lebih banyak terjual

Dikarenakan waktunya yang bisa bertahan lebih lama, produk ini menjadi pilihan yang tepat oleh kebanyakan masyarakat. Dengan hanya menyimpan di lemari pendingin, konsumen bisa membeli produk dalam jumlah yang banyak tanpa harus takut makanan tersebut basi atau tidak enak.

Kelemahan usaha frozen food rumahan

1. Banyaknya kompetitor dan pesaing

Sejalan dengan jumlah peminatnya yang banyak, maka penjualnya pun juga semakin banyak. Dengan berbagai kemudahan yang bisa dirasakan dari usaha frozen food, persaingan bisa ditemukan di mana-mana.

Sekarang ini jika kita mencari produk frozen food di media sosial atau pun market place, kita akan menemukan banyak sekali penjual yang menjual dengan produk yang sama. Tentu ini menjadi kelemahan usaha frozen food yang harus dipertimbangkan. Untuk mensiasatinya, kita bisa menawarkan sesuatu yang berbeda, misalnya promo berkala dan potongan harga. 

2. Bergantung pada freezer

Kelemahan bisnis frozen food selanjutnya adalah produknya yang bergantung pada mesin freezer. Namanya aja makanan beku, sudah pasti harus selalu dalam keadaan beku bukan? Karena kalau tidak, akan sama nasibnya dengan makanan lain yaitu mudah basi.

Untuk itu, mesin pendingin atau freezer memiliki peran yang sangat vital dan harus selalu dalam keadaan hidup, tidak boleh rusak. Jika rusak, maka usaha frozen food tidak bisa berjalan dan hanya akan mengalami kerugian.

3. Tidak bisa berjalan tanpa pasokan listrik

Selain mesin freezer, kelemahan usaha frozen food juga terletak pada keadaan aliran listrik yang memadai. Terlebih lagi, biasanya daya yang dibutuhkan juga terbilang besar dan tidak semua rumah atau daerah memiliki daya listrik yang kuat untuk menopang mesin freezer tersebut.

4. Tidak ada kepastian kapan produk akan habis

Mengingat waktu simpannya bisa bertahan lama dan awet, maka hal ini mengakibatkan konsumen akan melakukan stok produk. Alhasil, ini bisa berimbas pada waktu beli yang tidak bisa diprediksi.

Hari ini mungkin bisa habis dan laku banyak, tetapi besok belum tentu akan sama. Jadi, kelemahan usaha frozen food yang lainnya adalah waktu beli konsumen yang tidak bisa diprediksi, dan bisa membuat orderan sepi.

5. Sebagian besar produk frozen food adalah junk food

Di samping kelebihannya yang praktis, akan tetapi rata-rata produk makanan beku itu termasuk junk food karena pengolahannya bisa membuat kandungan nutrisi asli makanan tersebut rusak atau hilang.

Inilah yang masih menjadi pertimbangan beberapa orang untuk membeli produk makanan beku, terutama untuk anak-anak. Namun, kelemahan usaha frozen food yang satu ini bisa diakali dengan menghadirkan produk homemade yang tidak mengandung pengawet, lho.

6. Waktu kadaluarsa sering kali terlupakan

Meski memang memiliki waktu yang cenderung awet, namun bukan berarti makanan beku bertahan selamanya, lho. Mereka juga memiliki masa kadaluarsa yang tetap harus diperhatikan. Nah, kelemahan usaha frozen food terletak di sini.

Jenis produknya yang banyak dan beraneka ragam, sering kali membuat masa kadaluarsa dilupakan. Apalagi kalau es dalam freezer sudah menebal, membuat beberapa orang tidak memperhatikan masa kadaluarsanya.

Kesimpulan

Peluang usaha frozen food rumahan cukup menjanjikan dan bisa dilakukan oleh siapa saja, khususnya ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

Dengan modal awal sekitar Rp 10.000.000, kita sudah bisa memulai usaha frozen food rumahan tanpa perlu tenaga yang besar dan tidak repot menyiapkan apapun sebelum berjualan.

Usaha frozen food rumahan merupakan salah satu rekomendasi ide usaha yang pas untuk ibu rumah tangga. Jika kalian ingin rekomendasi ide usaha rumahan lainnya, seperti batagor atau roti bakar Bandung, sila menuju home blog atau mampir juga ke blog ide bisnis momqueen, ya!










Sumber referensi:
https://bukuwarung.com/tips-usaha-frozen-food/#Peluang_Usaha_Frozen_Food
https://www.topkarir.com/article/detail/memulai-usaha-frozen-food-bisnis-menjanjikan-di-tengah-covid-19
https://dailysocial.id/post/perhitungan-modal-usaha-frozen-food
https://kargo.tech/en/blog/kelebihan-dan-kelemahan-bisnis-frozen-food/
Sendy Yunika
Stay at Home Mom - Blogger - Writer

Related Posts

Post a Comment